Satpol PP Pantau Peternakan Babi Milik PT Kenanga Jaya Farm

Tim Satpol PP Kabupaten Bangka melakukan sidak untuk memantau kandang babi milik peternakan CV Kenanga Jaya Farm

Satpol PP Pantau Peternakan Babi Milik PT Kenanga Jaya Farm
(ist/satpol pp kabupaten bangka)
Tim Satpol PP Kabupaten Bangka saat memantau peternakan CV Kenanga Jaya Farm yang sudah kosong, Selasa (13/2/2018) di Lingkungan Parit Tujuh Air Kenanga Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Tim Satpol PP Kabupaten Bangka melakukan sidak untuk memantau kandang babi milik peternakan CV Kenanga Jaya Farm, Selasa (13/2/2018) di Lingkungan Parit Tujuh Air Kenanga Sungailiat.

Dari pantauan Tim Satpol PP, peternakan babi berskala besar ini sudah kosong, tidak ada lagi babi yang dipelihara di peternakan tersebut.

Sebelumnya jumlah babi bisa mencapai 700 ekor yang sangat meresahkan warga karena bau limbah kotoran peternakan babi tersebut sangat busuk.

Warga di sekitar lingkungan Parit Tujuh Air Kenanga dan Lubuk Kelik beberapa kali protes keberadaan peternakan babi tersebut.

Bahkan ada warga yang sampai pindah rumah karena tidak tahan bau dari peternakan babi tersebut.

Namun menjelang perayaan Imlek, peternakan babi tersebut sekarang sudah kosong.

"Akhirnya peternakan babi di Kenanga benar-benar kosong setelah pemantauan rutin dan perjanjian pemilik peternakan dan warga sudah clear dengan kesepakatan yang terima kedua belah pihak," ungkap Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka Achmad Suherman, Selasa (23/2/2018) saat dikonfirmasi bangkapos.com.

Menurutnya pihak pengusaha sudah mematuhi perjanjian dengan Pemkab Bangka dan masyarakat.

Dari informasi yang mereka dapatkan babi-babi tersebut telah dipindahkan ke Pangkalpinang dan dijual.

"Jadi intinya mereka sudah mengosongkan dan sudah menghentikan kegiatan peternakan babi tersebut," ungkap Suherman.

Ia mengimbau agar pengusaha jika mau mendirikan usaha harus buat izin dulu kepada pemerintah daerah dab harus persetujuan warga sekitar yang terdampak.

"Kepada masyarakat juga jangan anarkis diselesaikan dengan musyawarah dan sesuai dengan aturan yang berlaku," tegas Suherman.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved