Sidang Kasus Tipikor Bibit Karet Masuki Agenda Pembelaan

Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Kota Pangkalpinang kembali menggelar sidang lanjutan perkara kasus proyek pengadaan bibit

Sidang Kasus Tipikor Bibit Karet Masuki Agenda Pembelaan
Tribunnews.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Bangka Pos,  Yudha Palistian 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Kota Pangkalpinang kembali menggelar sidang lanjutan perkara kasus proyek pengadaan bibit karet dengan agenda pembelaan terdakwa, Kamis (13/1/2018).

Sidang perdana digelar pada 21 november 2017 lalu. Setelah kasus ini bergulir Kejati Babel tak cuma menetapkan Bujang Ambon (pihak pelaksana kegiatan) sebagai tersangka,  penyidik Pidsus Kejati Babel telah menetapkan pula sedikitnya 3 orang tersangka lainnya. Masing-masing Evan Sandi selaku PPK, Jimmy Alfaru selaku ketua ULP Kabupaten Basel dan Muhamad Rosyad selaku rekanan.

Tidak berhenti di situ, setelah kasus ini terkuak, Bujang Ambon diharuskan membayar uang kerugian negara senilai Rp 1,2 milyar dengan subsider 2 tahun kurungan. Dia juga diharuskan membayar denda sebesar Rp 50 juta dengan subsider 3 bulan kurungan.

JPU menjerat terdakwa dengan pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan undang-undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Dalam perkara ini negara telah dirugikan senilai Rp 1,2 milyar dari total anggaran Rp 5 milyar yang bersumber dari (APBD) Bangka Selatan tahun 2012 dan 2013. Dan saat itu bupati Bangka Selatan masih dijabat oleh Jamro bin H Jalil.

Dalam sidang pembacaan tuntutan pada 6 febuari lalu, Bujang Ambon  menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan hukum. JPU Sarpin dan Noviansyah menuntut Bujang Ambon dengan tuntutan 3 tahun penjara.

Dilansir dari BangkaPos.com sebelumnya, desember lalu dalam sidang pemeriksaan saksi, majelis hakim sempat menanyakan  alasan terdakwa (Bujang Ambon) yang saat itu hadir dalam persidangan didampingi penasihat hukumnya, Fauzan Hakim terkait keluhan perwakilan ketua koptan tiga kecamatan di Basel jumlah bibit yang disalurkan kurang dari jumlah semestinya.

“Selama ini tidak ada petani yang melaporkan kekurangan bibit itu kepada saya secara langsung,” jawab Bujang Ambon di hadapan majelis hakim.

Sementara itu, penasihat hukum bujang ambon,  Fauzan Hakim enggan memberikan komentar apapun terkait sidang pembelaan terdakwa pada hari ini.

“Saya masih pusing, nanti saja kalau ingin sesi tanya jawab,” ucapnya kepada Bangka Pos sambil tersenyum lebar usai persidangan, (13/2/2018)

Kasus ini sendiri mencuat pada tahun 2014 lalu melalui laporan yang pernah dilayangkan oleh persatuan pemuda Bangka Selatan (PPBS) kepada Kejaksaan Negeri Toboali, Kejaksaan Tinggi hingga di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (q4)

Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help