BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

8 Puskesmas di Bangka Terima Pasien Rehab Narkoba

Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka memberikan fungsi tambahan bagi delapan puskesmas di Kabupaten Bangka untuk menerima pasien rehab

8 Puskesmas di Bangka Terima Pasien Rehab Narkoba
Bangkapos/Edwardi
dr Then Suyanti, Kadinkes Kabupaten Bangka 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA –- Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka memberikan fungsi tambahan bagi delapan puskesmas di Kabupaten Bangka untuk menerima pasien rehab narkoba.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, dr Then Suyanti mengatakan saat ini ada delapan puskesmas yang menerima pasien rehab narkoba atau rawat jalan serta konsultasi terkait pasien narkoba.

“Ada dua kategori untuk puskesmas rehab narkoba ini, yakni IPWL atau Institusi Penerima Wajib Lapor yang ditunjuk langsung oleh Kementerian Kesehatan RI,” jelas dr Then Suyanti, Rabu (14/022018) di kantornya.

Ditambahkannya, untuk IPWL ini adalah puskesmas Penagan, puskesmas Bakam, dan puskesmas Belinyu.

“Sementara yang Non IPWL dimana SK-nya dari Dinas Kesehatan dan BNP Kabupaten adalah puskesmas Sungailiat, puskesmas Kenanga, puskesmas Baturusa, puskesmas Pemali, puskesmas Petaling,” ungkapnya..

Ditambahkannya, indikator penunjukkan puskesmas menerima kegiatan rehabilitasi pasien narkoba, diantaranya ada petugas yang telah terlatih dan ada sarana dan prasarananya.

"Ada delapan puskesmas yang siap menerima rehab narkoba ini, sementara itu yang belum menerima adalah puskesmas Sinar Baru, puskesmas Riau Silip, puskesmas Gunung Muda dan puskesmas Puding Besar," ungkap dr. Then.

Dilanjutkannya,  penunjukkan puskesmas yang menerima pasien rehab narkoba ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terkhusus rehabilitasi merupakan salah satu bentuk pelayanan atau pengembangan pelayanan kesehatan sehingga masyarakat dapat merasakan dan diperhatikan.

"Sejauh ini berjalan lancar, seperti poli biasanya, rawat jalan semacam konsultasilah, lebih terbuka kalau di puskesmas, kalau di rumah sakit khusus, mungkin membuat masyarakat agak takut," katanya.

Menurut dr. Then Suyanti, sejauh pasien yang berkonsultasi dan rehabilitasi narkoba ini ada sebelas orang, dan masuk dalam Non IPWL dengan profesi pekerjaan beragam, mulai dari buruh, tidak bekerja, pelajar dan wiraswasta, dengan jenis napza mulai dari obat-obatan, inhalan, sabu, ganja, ekstasi, sampai alkohol.

Penulis: edwardi
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help