8 Tahun DPO, Dit Polair Polda Babel Tangkap Perompak yang Resahkan Nelayan

Dit Polair Polda Kep Bangka Belitung berhasil membekuk perompak yang meresahkan nelayan di perairan Kepulauan Bangka Belitung

8 Tahun DPO, Dit Polair Polda Babel Tangkap Perompak yang Resahkan Nelayan
Istimewa
AKP. Dedy Setiawan SH. S.ik Kanit Tindak Sub Dit. Gakkum Direktorat Polair Babel (menunjukan alat bukti hasil jarahan perompak) bersama jajarannya saat menggelar konferensi pers penangkapan perompak yang meresahkan nelayan diwilayahnya, Rabu (14/2/2018) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nordin

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Direktorat Polisi Air (Dit Polair) Polda Kepulauan Bangka Belitung berhasil membekuk perompak yang meresahkan nelayan di perairan Kepulauan Bangka Belitung.

Kanit Tindak Sub Dit. Gakkum Direktorat Polair Babel, AKP. Dedy Setiawan SH. S.ik  menerangkan, perompak ini sudah lama menjadi incaran pihaknya, yaitu sejak 2012 silam.

Bahkan mereka menjadi incaran Dit Polair Polda Sumsel dan Lampung karena sudah meresahkan para nelayan diwilayah tersebut.

"Para perompak ini sudah lama menjadi DPO, mereka melakukan aksinya di perairan Toboali Bangka Selatan terhadap 9 kapal nelayan dengan anggota 8 orang. Mereka menjarah hasil tangkapan nelayan kemudian mengambil peralatan berlayarnya seperti alat navigasi kapal," terang Dedy Setiawan kepada awak media dalam konfrensi pers di kantornya, Rabu (14/2/2018)

Dedy melanjutkan, pihaknya terus memburu perompak ini.

Sampai akhirnya 20 Januari 2018 kemarin anggota Buser Dirpolair Babel berhasil menangkap salah seorang yang menjadi DPO yaitu Beni Bin Aman di Desa Suka Damai Toboali Bangka Selatan.

"Setelah penangkapannya Beni langsung dibawa ke Mako Dit Polair Babel untuk dilimpahkan kepada penyidik Dit Polair Babel guna diperoses lebih lanjut," ungkap Dedy

Atas perbuatannya, Beni yang merupakan warga Desa Sungai Sumur Kecamatan Cengal Kabupaten Ogan Komring Ilir Sumatra Selatan ini diancam dengan hukuman 15 tahun penjara.(*)

Penulis: Muhammad Noordin
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help