Leisure Bangka Belitung

Naga 35 Meter Meliuk-liuk di Chungfo, Imlek 2018

Ular naga raksasa sepanjang 35 meter 'meliuk-liuk' di Dusun Chungfo Desa Bukitlayang Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka

Naga 35 Meter Meliuk-liuk di Chungfo, Imlek 2018

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ular naga raksasa sepanjang 35 meter 'meliuk-liuk' di Dusun Chungfo Desa Bukitlayang Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka. Keempat kakinya berkuku tajam, kokoh mencengkram bumi.

Sedangkan mulutnya menganga, memamerkan taring-taring tajam.

Sementara sisiknya berwarna hijau kekuningan memantulkan cahaya diterpa mentari senja. Sudah puluhan orang masuk ke dalam peruthewan melata ini.

Namun, semuanya keluar selamat karena ular naga itu hanyalah sebuah patung yang dibuat menggunakan kerangka kayu, bambu dan kertas anti basah yang kemudian ditempeli ribuan sisik berasal dari daun simpur.

Naga Replika
Naga Replika ()

Patung ular naga ini ramai didatangi warga dari berbagai tempat. Padahal, patung tadi belum selesai dibangun. Sosok sebenarnya baru akan ditampilkan secara resmi, Kamis (15/2) nanti ketika Lunar Festival digelar di Dusun Chungfo, sehari sebelum Imlek.

Ketua Kelenteng Dharma Bhakti Dusun Chungfo, Agus Susanto alias Achiang (54) ditemui Bangka Pos, Selasa (13/2) di sela pembuatan patung naga, mengatakan, pembuatan patung menghabiskan sekitar dua truk daun simpur yang diambil dari hutan kampung setempat.

"Sekitar dua truk daun simpur, ratusan kayu dan bambu dipakai untuk membuat patung naga ini. Patung dikerjakan secara swadaya," kata Achiang tanpa merinci dana yang terpakai.

Sisik Naga
Sisik Naga ()

Peragaan patung naga, menurut Achiang, bertujuan sebagai upaya pembauran agar sesama umat semakin akrab ketika Hari Raya Imlek tiba.m Sedangkan pilihan sosok naga yang dijadikan patung, Achiang menyebut itu hanyalah sebuah kebetulan saja.

"Sebenarnya patung apa pun boleh. Kebetulan kali ini kita pilih motif naga. Karena naga ini kan identik dengan kelenteng, yang biasanya di kelenteng ada patung naga. Selain itu naga melambangkan sebuah simbol keperkasaan, " ujarnya.

Kepala Desa Bukitlayang, Andry ditemui pada kesempatan yang sama, Selasa (13/2) mengakui, keberadaan patung ular naga di depan kelenteng tersebut dalam rangka perayaan Imlek.

Patung dibuat dalam Tema Lunar Festival 2018. Acara akan dilaksanakan, Kamis (15/2/2018), di Lingkungan Kelenteng Dharma Bhakti Dusun Chungfo.

"Patung naga ini belum selesai dibangun, tinggal finishing. Di dalam perut naga itu ada ruangan panjang, sengaja kita buat semacam ruangan. Perut naga berbentuk ruangan tadi dipajang sejumlah foto-foto zaman Orang-Orang Cina tempoe doeloe,.untuk mengenang sejarah. Pengunjung bisa masuk ke dalamnya. Dan sudah ratusan orang yang masuk ke perut naga ini untuk melihat parade photo-photo tadi," kata Andry, memberikan keterangan didampingi Ketua FKPM, Sutiman.

Yang jelas lanjutnya, ini momen menuju Desa Mandiri dalam pembauran budaya, melibatkan sejumlah stakeholder di desa setempat. Acara juga diselenggarakan berkat dukungan sejumlah sponsor.

"Mininya Indonesia ada di Desa Bukitlayang. Makanya keberagaman yang kita angkat disini adalah pembauran budaya karena disini akan dilaksanakan pentas seni melibatkan anak anak sekolahan. Acara berlangsung 15 Februari 2018 nanti, antara lain atraksi barongsai, pentas budaya dan lampion koki," katanya. (fly)

Penulis: ferylaskari
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved