BangkaPos/

Nggak Nyangka Begini Kehidupan Sopir Bus Maut yang Jadi Tersangka Tragedi Tanjakan Emen Subang

Akibat kecelakaan ini, Amirudin mengalami mengalami patah tulang pada bagian tangan dan luka sobek di pelipis mata akibat terkena pecahan kaca.

Nggak Nyangka Begini Kehidupan Sopir Bus Maut yang Jadi Tersangka Tragedi Tanjakan Emen Subang
Repro : TribunnewsBogor.com/Aris Prasetyo Febri
Foto Amirudin dan istrinya, Tia Yulianingsih. 

5. Sopir pribadi

Menurut ibu kandung Amirudin, Ami (60), selain sebagai sopir bis pariwisata, anaknya kerap kali diminta bekerja sebagai supir pribadi oleh tetangganya.

Baca: 8 Kecelakaan Maut di Tanjakan Angker Emen Subang, Terbaru 27 Nyawa Melayang

Ami mengatakan jika anaknya memiliki fisik yang baik untuk berpergian jauh dan sudah berpengalaman dalam bekerja sebagai sopir.

6. Berkelakuan baik

Menurut Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Royke Lumowa, sopir disiplin saat mengemudi.

"Dari keterangan pasien yang masih segar berbicara, ditanya kelakuan sopir sejak berangkat, pengakuan pasien mengatakan sebenarnya supir dari awal berangkat dia cukup disiplin, tidak ugal-ugalan," jelas Royke yang dikutip Grid.ID dari TribunnewsBogor. 

7. Punya kebiasaan sebelum berangkat kerja

Menurut ibu mertua Amirudin, Yayah, anak menantunya adalah anak yang sopan. 

Setiap berangkat kerja, Amirudin punya kebiasaan menyapa Yayah.

"Biasanya bilang-bilang, bu titip anak istri dulu ya, tapi kemarin kok pergi aja gitu," ungkap Yayah, Minggu (11/2/2018) seperti yang dikutip Grid.ID dari Tribunnews. 

Inilah yang menjadi firasat aneh sebelum menantunya berangkat kerja mengendarai sopir bus untuk menjemput rombongan warga di wilayah Tangerang.

Baca: Cinta Suami-Istri yang Bersemi di Pasar Malam Berujung Tragis Gegara Mobil Kreditan

Sebelumnya diberitakan, bus pariwisata (premium class) nomor polisi F 7959 AA berangkat dari Ciputat, Tangerang Selatan, melewati Tol Cipularang dan mampir makan di daerah Tangkubanparahu, Lembang, Jawa Barat, kemudian turun ke Ciater.

Dalam perjalanan, bus mengalami kecelakaan dan menabrak pengemudi kendaraan roda dua.

Bus kemudian terguling di jalan raya Bandung-Subang, Kampung Cicenang, Ciater, Subang, Jawa Barat, atau Tanjakan Emen, Sabtu (10/2/2018) sekira pukul 17.00.

Akibat kecelakaan itu, 27 orang tewas, 22 luka berat, dan 7 orang luka ringan. (Grid.ID/Alfa Pratama)

Yuk follow akun instagram Bangka Pos di bawah ini:

Editor: fitriadi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help