BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Ini Penyebab Kelangkaan Gas LPG di Pangkalniur, Begini Saran Satpol PP Bangka

Kelangkaan gas LPG bersubsidi tiga kilogram masih terjadi terutama di desa-desa di Kabupaten Bangka.

Ini Penyebab Kelangkaan Gas LPG di Pangkalniur, Begini Saran Satpol PP Bangka
ist
Kabid Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka Achmad Suherman saat bersama Tim Satpol PP memantau penyaluran gas LPG di pangkalan, Kamis (15/2/2018) di Desa Pangkalniur. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kelangkaan gas LPG bersubsidi tiga kilogram masih terjadi terutama di desa-desa di Kabupaten Bangka.

Seperti diberitakan Bangka Pos, adanya kelangkaan gas LPG di Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka langsung mendapat respon dari Tim Satpol PP Kabupaten Bangka yang  bergerak turun langsung melakukan pemantauan.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bangka M Dalyan Amrie melalui Kabid Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka Achmad Suherman menilai wajar jika terjadinya kelangkaan gas bersubsidi di Desa Pangkalniur karena di dua desa hanya ada satu pangkalan gas.

"Kami pantau gas tiga kilogram di Desa Pangkalniur yang masuk Koran Bangka Pos hari ini. Pantauan bersama dengan Kades Pangkalniur Agustino. Kami membantu antrian gas dan mewajibkan pakai kartu keluarga, cuma satu KK satu gas," kata Suherman kepada bangkapos.

Untuk itu pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka agar mengusulkan supaya di daerah Pangkalniur dan Bayuasin ditambah pangkalan gas.

"Dua desa hanya satu pangkalan dan desa siap dengan BUMdes untuk jadi pangkalan karena kepala keluarga di Desa Pangkalniur sebanyak 1.060 KK. Belum di tambah dengan masyarakat Desa Banyuasin," jelas Suherman.

Sedangkan untuk jatah pangkalan di Pangkalniur ini hanya sebanyak 120 tabung.

Seminggu tiga kali datang sehingga warga desa kadang mencari gas sampai ke Desa Kelapa Kabupaten Bangka Barat.

Untuk itu secara tegas Suherman mengingatkan agar pemilik warung atau toko dilarang untuk membeli gas LPG tiga kilogram.

Pasalnya disinyalir dijual dengan harga diatas Harga Eceran Tertinggi Rp 20.000.

"Kalau kita lihat data pangkalan gas tiga kilogram ini menumpuk di kota saja. Jadi harapan kami Pertamina dan Hiswanamigas dapat mengatur ulang untuk masyarakat pedesaan," saran Suherman.

Ia khawatir ada pihak-pihak yang ingin melakukan kecurangan dalam distribusi gas bersubsidi tersebut.

"Kita juga heran kenapa jadi langka gas ini. Padahal info katanya Babel kuota gas tiga kilogram ini tidak berkurang. Kami takutkan ada pihak tertentu yabg melakukan kecurangan misal pengopolosan," ungkap Mantan Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Sungailiat ini.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help