Turun Hujan dan Jangan Ngomong Kematian, Ini Mitos dan Pantangan Saat Perayaan Imlek

Di seluruh dunia, warga Tiongho menyambut dan merayakan Imlek dengan penuh suka cita.

Turun Hujan dan Jangan Ngomong Kematian, Ini Mitos dan Pantangan Saat Perayaan Imlek
Suharli
Atraksi liong dan barongsai dari perkumpulan barongsai yang ada di Pangkalpinang pada malam perayaan Imlek di Klenteng Kwan Tie Miau, Kamis (15/2/2018) malam. 

BANGKAPOS.COM - Imlek bagi masyarakat Tionghoa sangat istimewa.

Di seluruh dunia, warga Tiongho menyambut dan merayakan Imlek dengan penuh suka cita.

Tetapi, di balik keceriaan itu, ada pantangan dan mitos yang mewarnai perayaan Imlek.

Bahkan, hal itu dipercaya oleh warga Tionghoa di berbagai belahan dunia.

Biasanya yang banyak dialami adalah turunnya hujan saat Imlek.

Kondisi itu justru dianggap membawa berkah karena banyak turun rezeki.

Hal itu diungkapkan tokoh masyarakat Tionghoa Belinyu Kabupaten Bangka Andre Tanjung.

Menurutnya hujan sebagai berkah saat Imlek merupakan mitos yang mereka dengar dari para orang tua terdahulu.

"Memang ada kepercayaan hujan itu berkah. Biasanya sejak subuh sudah hujan lalu siangnya cuaca terang," ungkap Andre, Kamis (26/1/2017) lalu.

Hujan yang mendatangkan rejeki menurut Andre adalah hujan yang sifatnya hujan ringan bukan hujan lebat.

Halaman
1234
Penulis: Alza Munzi
Editor: Alza Munzi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help