Dokter dan Perusahaan Jelaskan Bahaya Jika Albothyl Dipakai untuk Obati Sariawan

Dalam beberapa iklannya, obat Albothyl mengklaim dapat menyembuhkan sariawan.

Dokter dan Perusahaan Jelaskan Bahaya Jika Albothyl Dipakai untuk Obati Sariawan
youtube
Anak sariawan 

BANGKAPOSS.COM - Masyarakat dihebohkan dengan pemberitaan seputar produk Albothyl.

Hal ini bermula dari beredarnya surat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menyatakan bahwa kandungan Policreculen dalam bentuk sediaan cairan obat luar konsentrat 36 persen tidak terbukti secara ilmiah sebagai obat luar.

Kandungan ini diduga yang terdapat dalam produk Albothyl.

//

Dalam beberapa iklannya, obat ini mengklaim dapat menyembuhkan sariawan.

Padahal, menurut surat edaran tersebut, policresulen tidak disarankan untuk indikasi bedah, dermatologi otolaringologi, stomatologi (penyakit mulut), dan odontology.

//

Baca: Albothyl Dilarang, Tenang Ini Pengganti Obat Sariawan Sesuai Anjuran BPOM

Sayangnya, dalam surat tersebut tidak ada alasan mengapa kandungan tersebut tidak diperbolehkan untuk sariawan atau luka mulut lainnya.

Dirangkum TribunJatim.com dari berbagai sumber, Jumat (16/2/2018), berikut fakta-faktanya:

1. Dokter gigi beberkan bahaya penggunaan Albothyl

Dilansir dari TribunMedan, seorang dokter gigi, Widya Apsari, sejak tahun 2014 sudah membeberkan tentang bahaya penggunaan Albothyl di akun Twitter-nya.

Widya merasa harus mengungkapkan pengetahuannya tentang Albothyl karena produk ini sangat gencar dalam melakukan promosi.

2. Cerita seorang pasien yang meninggal

Widya menceritakan tentang seorang pasien yang telah meninggal akibat kanker parah di bagian mulutnya.

Pasien berusia 32 tahun itu awalnya mengeluh sariawan di bibir dalam.

Diteteskanlah obat Albothyl.

Baca: Masih Ragu Khasiat Buah-buahan? Air Perasan Jambu Mete Ternyata Ampuh Lenyapkan Sariawan

Alhasil sariawannya membesar dan harus dibawa ke instalasi gawat darurat.

Setelah dirawat 3 hari di rumah sakit, bengkak di bibir berkurang, namun luka sariawannya makin membesar dan bahkan sampai membentuk lubang.

3. Penjelasan lebih lanjut

Saat dihubungi lebih lanjut, dokter yang sempat berkicau di Twitter soal kandungan ini menjelaskan, hingga saat ini belum ada jurnal atau penelitian ilmiah mengenai penggunaan policresulen untuk mengobati sariawan di rongga mulut.

Dalam tulisannya di Kompasiana, Widya menyebut, policresulen adalah suatu polymolecular organic acid, yang memiliki efek hemostatik atau menghentikan pendarahan, membentuk jaringan nekrotik (jaringan yang mati) dan merangsang pembentukan jaringan baru.

Baca: Konsumen Mesti Tahu Ini Imbauan BPOM Terkait Isu Viral Penggunaan Obat Sariawan Albothyl

Pendapat ini didapatkan Widya setelah membaca salah satu laporan di jurnal European Review for Medical and Pharmacological Sciences.

Menurut Widya, saat policresulen diberikan pada luka di rongga mulut atau sariawan, yang terjadi adalah efek vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah perifer (tepi) di sekitar sariawan.

Solusi sariawan
Solusi sariawan (net)

Hal ini menyebabkan suplai darah di area sariawan terhenti dan menjadikan jaringan sariawan mati.

"Hal ini menjelaskan mengapa rasa perih pada sariawan sesaat hilang setelah diberikan policresulen baik secara ditotol maupun dikumur, yaitu karena jaringan sariawan menjadi mati," ungkap Widya saat dihubungi Kompas.com, Kamis
(15/02/2018).

"Kalau mati ya sudah tidak bisa merasakan apa-apa lagi," imbuhnya.

Baca: 14 Kelainan Fisik Anak Akibat Pernikahan Sedarah, Kepala Memanjang Hingga Jari-jari Tangan Menyatu

Widya juga menambahkan, jika suatu jaringan mati, maka secara otomatis tubuh akan berusaha melepaskan jaringan tersebut.

Kondisi ini disebut dengan deskuamasi jaringan atau pengelupasan kulit.

"Efek ini lebih sering terlihat pada penggunaan policresulen dengan cara kumur," katanya.

Cuitan Widya Apsari di Twitter (twitter.com/_widyapsari)
Cuitan Widya Apsari di Twitter (twitter.com/_widyapsari) ()

"Sesaat setelah dikumur, akan tampak terjadinya kulit mulut yang terkelupas," sambung dokter spesialis penyakit mulut tersebut.

Widya menyebut setelah semua proses tersebut, selanjutnya terjadi pembentukan jaringan baru yang sehat.

"Sayangnya, kisah indah kesembuhan sariawan dengan policresulen ini tidak terjadi pada beberapa orang," kata Widya.

"(Itu) karena kerusakan jaringan akibat policresulen tidak bisa mengimbangi pembentukan jaringan sehat," imbuhnya.

Dia juga menjelaskan, akibatnya efek dominan yang terjadi adalah matinya jaringan sariawan.

Hal ini membuat sariawan justru membesar dan sakit.

4. Penjelasan PT Pharos

Seperti dilansir Tribunnews.com, PT Pharos akhirnya angkat bicara terkait surat BPOM tentang Albothyl yang beredar di media sosial.

Manager PT Pharos Imawan mengatakan, BPOM hanya memberikan peringatan bagi masyarakat supaya hati-hati saat memakai Albothyl ketika mengatasi sariawan.

"Sebenarnya, pemakaian Albothyl untuk sariawan diperbolehkan dan tidak berbahaya, namun dipakainya dengan cara diencerkan terlebih dahulu. Karena kandungan policresulen hanya sedikit," ujar Imawan, Kamis (15/2/2018).

5. Hanya untuk organ intim

Imawan menambahkan, pemakaian obat ini hanya untuk area intim wanita lebih tepatnya.

Karena kandungan policresulen bisa digunakan untuk mengobati segala jenis penyakit kulit, kecuali bagi penderita kanker.

Baca: Peristiwa Mengerikan Dialami 2 Siswi Saat Asik Selfie di Tepi Waduk

Albothyl bisa digunakan untuk obat luar saja untuk mengatasi kulit yang mengalami kerusakan sel dan menyebabkan radang.

Sebab, obat ini diindikasikan untuk mengobati kerusakan sel atau sel yang mati.

Sejauh ini, tambah Imawan, untuk penarikan produk belum dilakukan oleh pihaknya.

BPOM RI telah mengirimkan surat kepada PT Pharos dan sedang dikaji terlebih dulu.

"Kami akan perbaiki keterangan pemakaian obat untuk sariawan. Jawaban surat dari BPOM sedang kita kaji sekarang," tutupnya. (TribunJatim.com, Ani Susanti)

 
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help