Pakai 'Ilmu Hitam' Playboy Ganteng Ini Sukses Membobol Bank Rp 3,2 Triliun

Itu adalah sekelumit awalan dari kisah pelarian uang sebanyak Rp3,2 triliun, sebagaimana dilaporkan

Pakai 'Ilmu Hitam' Playboy Ganteng Ini Sukses Membobol Bank Rp 3,2 Triliun
BBC Indonesia
Bank Islam Dubai yang dibobol playboy Foutanga Babani Sissoko Rp 3,2 triliun 

"Suatu hari dia masuk begitu saja ke Citibank, tanpa membuat janji, dan bertemu dengan kasir bank. Sissoko kemudian menikahi sang kasir," tutur Alan Fine.

"Jelas beralasan untuk meyakini sang kasir yang membuat hubungan Sissoko dengan Citibank lebih nyaman. Dia kemudian membuka rekening dan, seingat saya, melalui rekening itu ada lebih dari US$100 juta dikirim ke Amerika Serikat," lanjutnya.

Faktanya, berdasarkan dokumen kasus perselisihan antara Bank Islam Dubai dan Citibank, lebih dari US$151 juta "didebit oleh Citibank dari rekening Bank Islam Dubai tanpa melewati otorisasi sepatutnya". Kasus itu belakangan digugurkan.

Sissoko memberikan istri barunya lebih dari US$500.000 sebagai tanda terima kasih atas bantuannya menjembatani hubungan dengan Citibank.

"Saya tidak tahu keabsahan pernikahannya, tapi dia (Sissoko) menyebut dia sebagai istrinya dan perempuan itu yakin berstatus istrinya," kata Fine.

"Perempuan itu paham bahwa ada banyak istri lainnya. Ada yang dari Afrika, dari Miami,"

Seiring dengan mengucurnya dana dari bank, Sissoko dapat mewujudkan keinginannya mendirikan maskapai penerbangan di Afrika Barat.

Dia membeli pesawat bekas jenis Hawker-Siddeley 125 dan sepasang Boeing 727 usang. Dengan demikian, lahirlah maskapai Air Dabia—nama kampung halaman Sissoko di Mali.

Namun, pada Juli 1996, Sissoko membuat kesalahan serius dengan mencoba membeli dua helikopter Huey dari era Perang Vietnam. Tidak jelas mengapa dia ingin memilikinya.

"Penjelasan dia adalah dia ingin helikopter itu berfungsi sebagai ambulans udara. Namun, dua helikopter ini sangat besar, bukanlah jenis helikopter yang lalu-lalang di atap rumah sakit di Amerika Serikat," kata Fine.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved