Leisure

Warga Berburu Madu Pelawan Untuk Oleh-oleh, Desa-desa Penghasil Madu Ini Kehabisan Stok

Warga sudah mencari ke berbagai desa penghasil madu pelawan, namun desa-desa itu sudah kehabisan stok, ditambah

Warga Berburu Madu Pelawan Untuk Oleh-oleh, Desa-desa Penghasil Madu Ini Kehabisan Stok
Bangka Pos / Riyadi)
Madu Kelulut dari sentra budidaya madu keluar di Dusun Limang Desa Pangkalberas Kecamatan Kelapa. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dalam beberapa hari terakhir ini, banyak warga mencari dan mau beli madu pelawan (rasa pahit manis).

Warga sudah mencari ke berbagai desa penghasil madu pelawan, namun desa-desa itu sudah kehabisan stok, ditambah saat ini bukan musim panen madu tersebut.

Diantara warga yang mencari madu pelawan, yakni Alan, warga Bangka yang merantau di luar daerah (di luar pulau Bangka).

Kemasan madu kelulut hasil budidaya di Dusun Limang Desa Pangkalberas Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat.
Kemasan madu kelulut hasil budidaya di Dusun Limang Desa Pangkalberas Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat. ((Bangkapos/riyadi))

"Kalau nggak ada pelawan, yang pahit lainnya juga boleh, pokoknya madu pahit tapi yang asli, madu kabel juga boleh kalau ada," ujar Alan kepada bangkapos.com Minggu (18/2/2018).

Menurutnya, rencananya madu pahit itu untuk oleh-oleh, ada juga pesanan dari teman.

Akan sudah menghubungi temannya di berbagai daerah di Pulau Bangka, untuk membantu mencari madu pahit.

"Nggak dapat juga sampai hari ini. Kabarnya lagi bukan musimnya," katanya.

Warga asal Sungailiat Mala juga sedang berburu madu pahit asli Bangka, untuk di bawa ke Jakarta.

"Sekedar oleh-oleh saja, untuk kawan di Jakarta, kawan-kawan yang pulang ke Bangka untuk Imlek, juga ada yang cari madu pahit, terserah mau pelawan atau madu kabel, yang penting pahit, tapi belum dapat juga," ujar Mala.

Pengumpul madu di Riausilip, Dari mengungkapkan, sekarang bukan musim madu pelawan atau madu pahit.

"Di desa kami nggak ara stoknya, pas musim saja barangnya hanya sedikit, susah kita kumpul, kadang belum sempat kita kumpul, tapi pembeli sudah beli langsung ke pemusung (pemanen madu)," ungkap Dari.

Warga Desa Berbuat Kecamatan Kelapa Saumin mengatakan hal sama.

"Dakde (tidak ada) barang, mungkin-mungkin bulan empat nanti baru ada, sekarang bukan musim bunga pelawan dan kabel, jadi nggak ada madu pahit, kalau madu manis banyak," ujarnya.(*)

Penulis: riyadi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved