Warga di Sekitar SPBU Minta Pertamina Kembali Salurkan Gas 3 Kg ke SPBU

Sejumlah warga baik di Kabupaten Bangka Barat dan Bangka (Induk), meminta Pertaminakembali mengalokasikan gas elpiji 3 kg ke pangkalan SPBU.

Warga di Sekitar SPBU Minta Pertamina Kembali Salurkan Gas 3 Kg ke SPBU
Dok/Bapos
Kendaraan pengangkut gas elpiji, membongkar tabung gas di salah satu pangkalan gas 3 kg di Kecamatan Kelapa, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sejumlah warga di sekitar SPBU baik di Kabupaten Bangka Barat dan Bangka (Induk), meminta Pertamina agar kembali mengalokasikan atau mensuplai gas elpiji 3 kg ke pangkalan SPBU.

Mukti warga disekitar SPBU di Riausilip-Belinyu mengungkapkan, bila gas tidak lagi di suplai ke pangkalan SPBU, itu sama saja ingin menyusahkan masyarakat.

"Tidak usah dihentikan suplainya. Selama ini gas selalu kurang kok, tapi meskipun kurang tidaklah susah. Kalau dihentikan seperti ini, ya malah akan semakin kekurangan, dulu Pertamina memberlakukan setiap SPBU jadi pangkalan gas 3 kg, tujuannya untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan gas 3 kg. Dan dengan dibukanya pangkalan SPBU, masyarakat disekitarnya sangat terbantu, ini malah suplainya dihentikan, ya malah akan timbul masalah baru kalau begini," ungkapnya kepada bangkapos.com Minggu (17/2/2018).

Warga lainnya, Junaidi menyebutkan, penambahan pangkalan gas di setiap SPBU, yang dilakukan pihak Pertamina beberapa tahun lalu sudah tepat. Karena masyarakat terdekat lebih mudah dan dekat untuk mendapatkan gas 3 kg.

"Coba kalau orang nggak punya atau tidak bisa naik motor, karena rumahnya dekat dengan SPBU, maka dia cukup jalan kaki ke SPBU. Tapi kalau di SPBU nggak ada gas, ya sudah lah orang seperti itu, mau jalan kaki sekilo (1 km) sampai 2 kilo meter, mending bertahan pakai kayu bakar, penghentian suplai gas ke SPBU ini justru dampaknya yang merasakan adalah rakyat, penghentian itu malah membuat rakyat jadi susah," kata Junaidi.

Seorang pegawai di SPBU di Kabupaten Bangka Barat, mengaku pusing dengan kebijakan pertamina yang menghentikan suplai gas ke Pangkalan Gas Elpiji 3 kg di SPBU.

"Alasan Pertamina ini itulah ini itulah, takut ini takut itu, khawatir ini khawatir itu lah, pusing kami. Mohon bijak lah, karena situasi di lapangan kan kurang memungkinkan soal kebutuhan gas sekarang, kasihan masyarakat dengan dihentikannya suplai gas itu, kalau mikir untung dari jual gas ini nggak seberapa, kalau dapat letih itu jangan di tanya, tapi kita kan punya pertimbangan sosial dan kemanusiaan," jelasnya.

Hal sama diakui seorang Pengelola SPBU di Belinyu.

"Pertamina menghentikan suplai gas ke Pangkalan SPBU, itu terlalu subyektif, banyak kok kawan-kawan yang di SPBU lain yang menyalahkan orang yang buat kebijakan itu, seharusnya tidak dihentikan secara total begitu, lebih tepat di kurangi dan diikuti dengan pengawasan secara baik terhadap penyalurannya," ujar pengelola SPBU tersebut.

Hingga Berita ini diturunkan belum ada penjelasan tentang penghentian suplai gas LPG 3 Kg ke SPBU dari Pertamina.(*)  

Penulis: riyadi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved