Tambang Milik Mitra PT Timah Tbk Ditertibkan Satpol PP, Ini Alasannya

Tim Satpol PP Kabupaten Bangka, Senin (19/2/2018) menertibkan tambang timah milik mitra PT Timah di Desa Air Nyato

Tambang Milik Mitra PT Timah Tbk Ditertibkan Satpol PP,  Ini Alasannya
(ist/satpol pp kabupaten bangka)
Petugas Satpol PP Kabupaten Bangka ketika turun ke lapangan, Senin (19/2/2018) menertibkan tambang timah milik mitra PT Timah di Desa Air Nyato Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Tim Satpol PP Kabupaten Bangka, Senin (19/2/2018) menertibkan tambang timah milik mitra PT Timah di Desa Air Nyato Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka.

Pasalnya penambangan tersebut hanya berjarak lima meter dari jalan sehingga Tim Satpol PP Kabupaten Bangka langsung menyetop operasional tambang.

Menurut Kepala Satpol PP Kabupaten Bangka, M Dalyan Amrie melalui Kabid Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman, tambang milik mitra perusahaan BUMN tersebut sudah melanggar keluar dari peta kuasa penambangan (KP) yang diizinkan PT Timah Tbk.

"Penambangan ini kurang pengawasan dari PT Timah. Kami menghentikan kegiatan karena dikhawatirkan jalan bisa longsor. Kalau hujan pasti longsor karena cuma lima meter dari jalan," sesal Suherman kepada bangkapos.com.

Dikatakannya penambangan yang dilakukan CV Pelangi tersebut mengunakan kendaraan alat berat atau PC dengan melakukan pengerukan.

Dia menyayangkan kurangnya pengawasan yang dilakukan PT Timah Tbk.

"Dengan alasan apapun tidak di perbolehkan. Kami sangat menyayangkan pengawasan dari PT Timah yang membiarkan mitranya melakukan penambangan yang keluar dari RK PT Timah. Kalau jalan atau jembatan roboh harus bertanggung jawab," sesal Suherman.

Untuk itu pihaknya sudah memanggil PT Timah Tbk meminta menghentikan penambangan dan menembok kembali lokasi tersebut. Ditegaskannya, mitra PT Timah Tbk yang melakukan penambangan harus sesuai Rencana Kerja PT Timah Tbk.

"Apabila tidak di laksanakan agar mencabut izin yang dikeluarkan karena jalan dan jembatan merupakan aset negara untuk kepentingangan masyarakat banyak. Jadi harus kita jaga bersama," tegas Suherman.

Penulis: nurhayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help