Aktifitas TI di Desa Rambat Kian Marak, Kini Beroperasi Ratusan Meter dari Jalan

Padahal sebelumnya, Kapolres Bangka Barat AKBP Firman Andreanto S.Ik, telah mengultimatum serta melarang

Aktifitas TI di Desa Rambat Kian Marak, Kini Beroperasi Ratusan Meter dari Jalan
ist
Kapolsek Simpang Teritip Ipda Kukuh memberikan imbauan kepada penambang di DAS dan manggrove desa Rambat beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ratusan Ponton Tambang Inkonvensional (TI) Tower kembali merambah Daerah Aliran Sungai (DAS) dan hutan Manggrove desa Rambat, Kecamatan Simpang Teritip Kabupaten Bangka Barat.

Padahal sebelumnya, Kapolres Bangka Barat AKBP Firman Andreanto S.Ik, telah mengultimatum serta melarang segala bentuk atifitas penambangan di DAS dan hutan Manggrove desa Rambat.

Mirisnya lagi, aktifitas penambangan tersebut hanya berjarak ratusan meter dari tepi jalan utama desa Rambat.

Dentuman dan kebulan asap hitam mesin TI Tower terdengar dari tepi jalan.

Pantauan bangkapos.com, Senin (19/2/2018) siang kemarin, Keberadaan dan aktifitas TI Tower ini, sempat menyita perhatian sejumlah warga dan pengguna jalan yang melintas dikawasan tersebut.

Ratusan Ponton TI Tower ilegal masih beroperasi disejumlah DAS dan manggrove desa Rambat.

Tak terkecuali lokasi-lokasi lama yang sempat menjadi sasaran penertiban tim gabungan tersebut.

Zainul, warga setempat mengatakan, aktifitas penambangan di DAS dan Manggrove desa Rambat kian marak, pasca penertiban yang dilakukan jajaran Polres Bangka Barat baru-baru ini.

Bahkan menurut pekerja kebun ini, aktifitas tersebut merambah sejumlah kawasan DAS dan hutan manggrove yang sebelumnya belum dirambah aktifitas penambangan.

" Kemarin waktu terakhir razia mereka (penambang-red) sempat stop sebentar. Setelah kurang lebih seminggu mereka beroperasi lagi. Bahkan saya lihat kerja dilokasi-lokasi baru," kata Zainul ditemui saat melintas dengan sepeda motornya, Senin (19/2/2018) kemarin

Sementara Kapolsek Simpang Teritip Ipda Kukuh, membenarkan masih adanya aktifitas penambangan tersebut.

Bahkan kemarin Kukuh sempat mengajak sejumlah awak media ikut meliput penertiban yang dilakukan pihaknya.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tindak lanjut terkait wacana penertiban tersebut.

" Biar Teritip saja dulu yang bergerak. Ayo ikut saya siang ini. Biar ada berita untuk kawan-kawan wartawan siang ini," ujar Kukuh melalui pesan What's App (WA) Senin (19/2/2018) kemarin.(*)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved