Kisah Perempuan 5 Anak Idap Keterbelangan Mental, Rumah Penuh Sampah, Tak Satupun Anaknya Sekolah

Hidup dengan keterbelakangan mental tetap membuatnya kuat meski harus menjadi istri dan ibu bagi kelima anaknya.

Kisah Perempuan 5 Anak Idap Keterbelangan Mental, Rumah Penuh Sampah, Tak Satupun Anaknya Sekolah
Bangka Pos/ Adinda Rizki Amanda
Aida dan kondisi rumahnya di desa Lampur, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Adinda Rizki Amanda

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Aidah Fitri (48) warga desa Lampur, Kecamatan Sungaiselan, hidup bersama suami dan kelima anaknya di rumah kecil. Rumah sangat sederhana ini merupakan bantuan dari pemerintah daerah.

Hidup dengan keterbelakangan mental tetap membuatnya kuat meski harus menjadi istri dan ibu bagi kelima anaknya.

Keterbatasan Aidah yang berbeda dengan manusia normal lainnya membuat keadaan rumahnya berantakan tak terurus.

Baju berserakan, pasir dimana-mana serta debu yang menggumpal menjadi pemandangan setiap berkunjung ke rumahnya.

Julaiha (47), adik kandung Aidah mengungkapkan kondisi saudaranya memang sudah seperti itu sejak lama

"Kakak saya memang sudah seperti itu sejak dulu, saya sering menangis kalo mengingat kondisi kakak," tuturnya saat ditemui bangkapos.com, Selasa (20/2/2018).

Meski mengalami keterbelakangan mental, Aidah tetap menjalani hidup layaknya manusia normal.

Segala kegiatan ibu rumah tangga pada umumnya ia lakoni. Seperti memasak, mencuci serta mengurus suami dan anak-anaknya.

Kondisi keluarga ini cukup memprihatinkan.

Halaman
123
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved