Ahli dan Saksi Tak Datang, Sidang Bos Timah Kudai Ditunda

Sidang sedianya bakal digelar kembali pekan berikutnya. Diharapkan ahli dan saksi yang telah dijadwalkan memberikan

Ahli dan Saksi Tak Datang, Sidang Bos Timah Kudai Ditunda
net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Efendi alias Aki (38) baru saja masuk ruang sidang, namun Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat kembali menyuruhnya kembali ke tahanan.

Pasalnya, Jaksa Kejari Sungailiat, Aditia Sulaeman, gagal menghadirkan ahli maupun saksi, padahal jadwal sidang sudah tiba.

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Sarah Louis Simanjuntak diwakili Humas I, Benny Yoga Dharma kepada Bangka Pos Groups, Rabu (21/2/2018) mengakui, seputar penundaan sidang yang dimaksud.

"Sidang sempat dibuka, namun ditutup kembali, Selasa (20/2/2018) kemarin," katanya.

Sidang sedianya bakal digelar kembali pekan berikutnya. Diharapkan ahli dan saksi yang telah dijadwalkan memberikan keterangan, bisa dihadirkan oleh jaksa yang menangani perkara ini.

"Sidang akan dilanjutkan pekan depan dalam agenda pemeriksaan ahli dan saksi," kata Beny menyatakan, Efendi alias Aki, masih berstatus sebagai tahanan hakim yang dititipkan di rumah tahanan.

Dilansir sebelumnya disebutkan, Efendi alias Aki (38), akhirnya ditahan.

Penangguhan masa penahanannya saat masih dalam proses penyidikan tempohari tak berlaku lagi karena Hakim Pengadilan (PN) Sungailiat, merubah status itu. Bos timah asal Kudai Sungailiat Bangka yang dimaksud diadili atas tuduhan menampung hasil tambang tanpa ijin.

Efendi alias Kiki ditangkap beberapa bulan lalu di Kudai Sungailiat Bangka.

Dia disergap oleh Tim Subdit IV Tipidter Ditkrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung. Efendi alias Aki diduga membeli pasir timah dari penambang ilegal alias tanpa ijin.

Ketika penyergapan terjadi, polisi menemukan barang bukti enam kampil (karung) pasir timah, berat 175 Kg.

Dalam surat dakwaan jaksa saat sidang sebelumnya, disebutkan, Terdakwa Efendi alias Aki diduga melanggar Pasal 161 Undang RI Nomor 04 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara.

Jaksa beranggapan terdakwa menampung timah yang bukan dari pemegang IUP, IUPK atau ijin yang sebenarnya.

Atas dugaan itu pula, terdakwa dijerat oleh pasal undang-undang yang dimaksud.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help