Bong Ming-ming Minta Aparat Hukum Adil Tindaklanjuti Kasus di Tempilang

Inikan imbasnya dari kekesalan masyarakat. Sudah ngadu kemana-mana tapi tidak ditindaklanjuti dengan baik.

Bong Ming-ming Minta Aparat Hukum Adil Tindaklanjuti Kasus di Tempilang
Bangka Pos / Hendra
Ketua Panja Tambang DPRD Babel, Bong Ming-ming 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Anggota DPRD Babel, Bong Ming-ming minta aparat hukum di Babel berlaku adil dalam penanganan kasus kerusuhan di Tempilang, Bangka Barat beberapa waktu lalu.

Bong Ming-ming mengatakan ia mendapat kabar bahwa ada 6 orang warga Tempilang ditangkap anggota polda Babel dan ditahan. Keenam orang tersebut diduga terkait dengan kasus pembakaran ponton TI Apung di Tempilang.

"Saya dapat kabarnya seperti itu. Sudah beredar juga di FB enam organ warga tempilang ini ditangkap. Cuma saya harapkan aparat berlaku adil," ujar Bong Ming-ming kepada bangkapos.com, Rabu (21/2/2018).

Penangkapan tersebut tak masalah menurut Bong Ming-ming asalkan pelaku penambangan ilegalnya juga ditindak. Pelaku penambangan ilegal tersebut menurut Bong Ming-ming justru sudah melanggar hukum.

"Justru penambang ilegal itu yang harusnya dihukum. Mereka sudah mencuri dan merusak aset negara. Tambang itu adanya di IUP Timah, dan PT Timah kami tanya tidak melakukan penambangan dan timahnya juga tidak masuk ke mereka. Kenapa masyarakatnya yang merusak pontonnya yang ditangkap," tegas Bong Ming-ming.

Perusakan itu terjadi kata Bong Ming-ming akibat tak ada tindakan dari aparat hukum ketika adanya penambangan ilegal di Tempilang. Masyarakat mengadu tidak direspon dengan baik.

"Inikan imbasnya dari kekesalan masyarakat. Sudah ngadu kemana-mana tapi tidak ditindaklanjuti dengan baik. Kalau masyarakat yang merusak ponton itu ditangkap, penambang ilegal dan pembekingnya juga harus ditangkap," kata Bong Ming-ming.

Saya berharap aparat hukum berlaku adil. Ponton yang dirusak massa itu hanya milik pribadi, sedangkan penambang merusak dan mencuri aset negara. Harusnya ditindak lebih tegas lagi.

"Harus diperlakukan sama. Ponton itu kan milik pribadi atau perorangan. Operasinya ilegal, kenapa tidak ditindak. Yang dirusak penambang ilegal itu justru lebih parah, mencuri dan merusak aset negara," ujar Bong Ming-ming.

Penulis: Hendra
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved