Ekstasi Itu Bukan Milik SPG Rokok, Keluarga Bantah Ada Penggeledahan di Rumah

Pihak keluarga VS, Sales Promotion Girl (SPG) rokok yang ditangkap kepolisian karena penyalahgunaan narkoba membantah

Ekstasi Itu Bukan Milik SPG Rokok, Keluarga Bantah Ada Penggeledahan di Rumah
Suharli
Kabag ops Kompol Raspandi didampingi Kasat Resnarkoba Akp Bagus krisna S.Ik menunjukkan barang bukti narkoba dan Hp saat jumpa pers (20/2/2018) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Suharli dan Teddy Malaka

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pihak keluarga VS, Sales Promotion Girl (SPG) rokok yang ditangkap kepolisian karena penyalahgunaan narkoba membantah sejumlah hal terkait tuduhan. Pengakuan VS kepada keluarga, narkoba jenis ekstasi sebanyak 4,5 butir itu bukan miliknya.

Jf selaku perwakilan keluarga VS mengungkapkan ada beberapa hal yang perlu pihak klarifikasi melalui media. Pihaknya membantah adanya penggeledahan di kediaman VS di Selindung.

"Pertama, tidak ada penangkapan dan penggeledahan di kediaman adik kami. Kami ingin memberikan klarifikasi hal itu," kata Jf ketika dihubungi untuk memberi hak jawab kepada Bangka Pos, Rabu (21/2).

Sehingga pihak keluarga meminta keterangan tentang adanya penggeledahan di kediaman VS dapat diluruskan sesuai fakta yang ada.

Malam harinya pihak keluarga VS juga mendatangi redaksi Bangka Pos untuk memberikan hak jawab serta meluruskan informasi yang beredar. Pihak keluarga mengungkapkan ekstasi yang diperoleh bukan milik VS.

Dari keterangan VS yang disampaikan kepada pihak keluarga, VS bersama DF pergi ke sebuah tempat hiburan di Pangkalpinang, mereka kemudian terjaring razia oleh tim gabungan dari kepolisian.

"Waktu digeledah badan tidak ada, tetapi petugas kemudian menggeledah mobil DF. Lalu ditemukanlah narkoba. Adik kami mengaku tidak jual narkoba, tidak pernah mencicipi uang narkoba, tidak tahu apa-apa. Itu keterangan dia (VS)," kata seorang anggota keluarga VS yang namanya minta tidak disebutkan.

Pihaknya menegaskan sejumlah barang bukti seperti kotak kacamata, iPhone 7plus dan mobil Agya bukanlah milik VS.

"Dari keterangan VS, narkoba itu di dapat di dalam mobil yang merupakan milik DF. Adik kami (VS) diajak ketemu temannya di Millenium bersama DF," ujarnya. Saat ini DF juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik.

Secara rincinya pihak keluarga tidak mengetahui alasan kepolisian menetapkan VS sebagai tersangka penyalahgunaan narkoba.

"Kami baru tahu jika VS ditangkap satu hari setelah penangkapan. Surat dari kepolisian dititipkan ke sepupu kami," katanya.
Pihaknya ingin informasi yang beredar untuk diluruskan. "Kami berharap berita yang saat ini bisa diluruskan kebenarannya," ujar keluarga VS.

Diberitakan sebelumnya, Selasa (20/2), kepolisian menggelar jumpa pers hasil operasi antik yang digelar pada 5-16 Februari 2017. VS dan DF dua di antara sejumlah tersangka yang diamankan oleh kepolisian terkait penyalahgunaan narkoba.(tea/q5)

Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved