Tanpa Izin Pertambangan, Ali Akbar Dituntut Lima Bulan Penjara.

Ali Akbar dituntut oleh jaksa penuntut umum lima bulan kurungan penjara, denda sebesar Rp 2 juta dengan subsider 1 bulan ...

Tanpa Izin Pertambangan, Ali Akbar Dituntut Lima Bulan Penjara.
net
ilustrasi 

Laporan Wartawan Bangka Pos,  Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ali Akbar dituntut oleh jaksa penuntut umum lima bulan kurungan penjara,  denda sebesar Rp 2 juta dengan subsider 1 bulan kurungan.

Ali diduga terlibat kasus penertiban usaha penambangan tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP). 

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 158 Undang-Undang RI No 04 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu bara. 

Dalam persidangan tersebut dengan agenda pembacaan tuntutan dipimpin Ketua majelis hakim Sri Endang A Ningsih serta Ikwan Ratsudy selaku Jaksa Penuntut Umum.

Menurut keterangan saksi, Arman, Raki Satria Utama, Sigit Mujiono dan Dede Ardhika selaku anggota kepolisian dari Polairda Kepulauan Bangka belitung.

Terungkapnya aksi penambangan ketika ketiganya, Kamis (26/11/2017) lalu sekitar pukul 11.00 WIB mengunakan satu unit Speed Boat melakukan penertiban. Anggota Kepolisian dari Polair Polda Babel ini berangkat dari pelabuhan Tanjung Gudang Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka  

Sekitar pukul 12.00 WIB, para saksi ini menemukan satu unit  ponton Ti Apung yang berjarak kurang lebih 800 meter dari pinggir pantai. Satu unit ponton tersebut sedang melakukan penambangan  dengan hasil pasir timah sebanyak 5 kilogram berada di atas sakan. Kemudian para saksi mengzmankan terdakwa.

Para saksi Rizal Arfa dan saksi La Jona Zau yang sedang berada diatas ponton TI Apung memperbaiki mesin air yang rusak.

Setelah diproses lebih lanjut dan interogasi kepada terdakwa, Ali tidak dapat menunjukkan ijin baik IUP, IPR atau IUPK dari pejabat yang berwenang untuk kegiatan tersebut.

Halaman
12
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help