Tokoh Masyarakat Tempilang Minta Keadilan dan Keringanan Hukuman Enam Warganya

Mereka tau proses hukum tetap jalan. Cuma mereka minta keadilan dan keringanan hukuman. karena ini spontan

Tokoh Masyarakat Tempilang Minta Keadilan dan Keringanan Hukuman Enam Warganya
Facebook/Hanna
Kerusuhan di Tempilang beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sejumlah tokoh agama dan masyarakat Kecamatan Tempilang, menggelar audensi dengan pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Kamis (22/2/2018) siang.

Audensi berlangsung di gedung Operasional Room (OR) II pemkab Bangka Barat, dihadiri Sekda Yunan Helmi, Kasat Intelkam AKP Herlinarto, Kasat Pol PP Sidarta Gautama,  Kepala OPD, Asisten dan staf ahli Bupati.

tokoh agama dan masyarakat Kecamatan Tempilang, menggelar audensi dengan pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Kamis (22/2/2018) siang.
tokoh agama dan masyarakat Kecamatan Tempilang, menggelar audensi dengan pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Kamis (22/2/2018) siang. (Bangkapos/Anthoni)

Audensi dan pertemuan ini buntut dari diamankannya enam warga Tempilang yang dinilai terlibat aksi pembakaran dan kerusuhan di Tempilang beberapa waktu lalu oleh jajaran Polda Bangka Belitung.

Kerusuhan ini dipicu amarah warga, pasca tewasnya Peki, pemuda warga Dusun Pak Lungek, Desa Air Lintang, Kecamatan Tempilang beberapa waktu lalu.

Peki merenggang nyawa setelah terkena sabetan senjata tajam penambang TI Rajuk ilegal.

Plt Camat Tempilang Syamsiar, mengatakan maksud dan tujuan kedatangan tokoh masyarakat Kecamatan Tempilang, meminta keadilan dan keringanan hukuman atas enam orang yang ditahan tersebut.

Mereka tahu dan menyadari sampai saat ini proses hukum  tetap berjalan, namun kejadian kerusuhan beberapa waktu yang lalu bukan faktor kesengajaan melainkan tindakan spontanitas atas kejadian yang merenggut nyawa Peki.

" Mereka tau proses hukum tetap jalan. Cuma mereka minta keadilan dan keringanan hukuman. karena ini spontan setelah mengetahui ada warga mereka yang menjadi korban pembunuhan. Atas pertimbangan itu diharapkan ada keringanan dari para penegak hukum," ujar Syamsiar usai pertemuan, Kamis (22/2/2018).(*)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved