Dompet dan Tas Rajut, Sambilan yang Menghasilkan

jemari Julia (53) tampak sibuk merajut dompet dari bahan benang pada Jumat, (23/02/2018).

Dompet dan Tas Rajut, Sambilan yang Menghasilkan
Adelina Nurmalitasari
Julia saat merajut dompet di teras rumahnya Desa Air Seruk, Kecamatan Sijuk, Jumat (23/02/2018). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Adelina Nurmalitasari

BANGKAPOS.COM, BELITUNG — Di teras rumahnya di Desa Air Seruk, Kecamatan Sijuk, sambil berkumpul dengan ibu-ibu tetangga rumahnya, jemari Julia (53) tampak sibuk merajut dompet dari bahan benang pada Jumat, (23/02/2018).

"Lumayan lah untuk sambilan. Sambilan yang menghasilkan biar sambil kumpul tetap ada kegiatan," kata Julia sambil merajut.

Ia menambahkan, bisa merajut sejak SD lalu dilanjutkannya belajar secara otodidak.

"Belajar sendiri, tidak lihat youtube. Dulu pernah belajar saat SD, awalnya belajar buat tudong lambak (atasan tutup saji), lalu dilanjutkan sendiri," jelasnya.

Kalau fokus dikerjakan, dirinya bisa menghasilkan dompet rajut dalam 1 sampai 2 hari. Sedangkan untuk pembuatan tas perlu waktu 3 sampai 4 hari.

Motif yang dibuat pun beranekaragam, termasuk motif stroberi, tulip, black berry, dan sisik naga.

"Yang paling lama dikerjakan yang motif sisik naga, karena merajutnya harus dua kali jalan. Benang pun lebih banyak habisnya tapi memang hasilnya lebih tebal," ujar Julia.

Agar menghasilkan dompet atau tas jadi pun, setelah dirajut harus dilanjutkan dengan pemasangan kain furing di bagian dalam dompet atau tasnya. Lalu diteruskan dengan menjahit resleting, semua dilakukannya sendiri.

"Dibuat sesuai pesanan, jadi kalau ada yang pesan baru dibuat. Harga tergantung ukuran dan model, paling mahal bisa sampai harga Rp 400 ribu," katanya.(*)

Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help