Kejaksaan Ringkus DPO Kasus Korupsi Taman Mandara

Terpidana Beno menghilangkan jejak, selama melarikan diri telah mengubah identitasnya menjadi Jabir Abdul Rohmad.

Kejaksaan Ringkus DPO Kasus Korupsi Taman Mandara
ist
Beno

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Setelah sekian lama masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh pihak Kejaksaan Tinggi provinsi kepulauan Bangka Belitung (Kejati Babel), akhirnya Beno berhasil diciduk oleh aparat kejaksaan.

Beno merupakan terpidana dalam perkara korupsi kegiatan proyek Pembangunan Taman Mandara Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Pangkalpinang Tahun Anggaran (TA) 2013 dan akibat perbuatannya telah terjadi kerugian negara mencapai angka sebesar Rp2.752.895.273 atau senilai Rp 2,7 M lebih.

Dalam press reales yang disampaikan Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang, Hendi Arifin SH kepada bangkapos.com, Jumat (23/2/2018), Beno berhasil diringkus tim asal Kejaksaan Agung RI dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang, Kamis (22/2/2013) sekitar pukul 14.40 wib di hotel Kempinski kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

"Bahwa DPO (Beno -- red) telah dijatuhi hukuman oleh PN Pangkalpinang berdasarkan putusan Nomor : 30/Pid.Sus/TPK/2015/PN.PGP tanggal 2 Maret 2016 dengan pidana penjara selama 3 tahun dan denda Rp.200 juta rupiah," Hendi Arifin.

Diketahui terpidana Beno menghilangkan jejak, selama melarikan diri telah mengubah identitasnya menjadi Jabir Abdul Rohmad.

"Penangkapan DPO merupakan aktualisasi program 31.1 JAM Intel Kejagung RI yang telah mengintruksikan kepada 31 Kejaksaan Tinggi di seluruh Indonesia setiap bulannya harus menangkap 1 orang buronan (DPO) perkara tindak pidana khusus dan pidana umum," terangnya.

Oleh karena itu rencananya terpidana (Beno), Jumat (23/2/2018) akan dibawa dari Jakarta ke Pangkalpinang untuk dieksekusi di Lapas Tuatunu Pangkalpinang. 

Penulis: ryan augusta
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved