Kekeringan, Warga Toboali Ambil Air di Kolong Bekas Tambang

Susah kerjaan setiap hari seperti ini, bikin repot, ribet. Saya ingin memasang air PAM namun orangnya sampai sekarang belum datang

Kekeringan, Warga Toboali Ambil Air di Kolong Bekas Tambang
bangkapos/riki
Kentung warga Toboali yang terlihat sedang mengambil air di dekat kolong eks tambang, dekat parit III, Kecamatan Toboali, foto diambil Jumat (23/2/2018) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Kentung (40) warga parit 9 Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan terlihat sedang mengisi air dari kolong eks tambang di Parit tiga Toboali ke dalam drum, dengan hanya mengenakan baju kaos dalam. Pria ini terlihat santai memasukan selang air ke setiap drum ukuran 30 liter.

Bapak tiga anak ini mengaku kekeringan telah terjadi tiga minggu ini. Sumber air perigi di kediamannya sudah mengalami kekeringan, sehingga ia harus mencari sumber air lainnya agar bisa digunakan untuk mandi dan mencuci pakaian.

"Sudah tiga minggu ini kering, perigi yang ada di rumah kami, mulai kering, saya mencari sumber air lain, untuk mandi, dan mencuci pakaian sementara untuk minum kami menggunakan air galon," jelas Kentung ditemui bangkapos.com, di pinggiran kolong, Jumat (23/2/2018).

Ia menambahkan, bahwa kekeringan ini sudah sering terjadi setiap tahunnya, sehingga aktifitas mengambil air dari kolong sudah biasa ia dilakukan.

"Tiap tahun sudah seperti ini, saya mengambil airnya di sini. Walau terlihat cuaca mendung saat ini, namun tidak hujan, sehingga air tetap kering," ungkapnya.

Kentung terlihat mengambil air menggunakan drum ukuran 30 liter, sebanyak 20 drum terlihat dibawanya menggunakan mobil, satu persatu drum yang kosong ia isi penuh dengan air, secara bergantian.

" Saya sudah beberapa hari ini ambil air disini, ada 20 drum saya bawa, itu habis dalam satu hari, ya untuk memenuhi kebutuhan keluarga mencuci pakaian dan mandi anak anak," tuturnya.

Daerah rumah Kentung merupakan dataran tinggi membuat daerah ini lebih cepat mengalami kekeringan, menurutnya hal itu juga telah ia antisipasi dengan berkeingin memasang saluran PAM nantinya.

"Susah kerjaan setiap hari seperti ini, bikin repot, ribet, banyak kerjaan lainya yang tidak bisa dikerjakan karena kekeringan ini, saya ingin memasang air PAM namun orangnya sampai sekarang belum datang," tuturnya.

Harapan, kentung juga agar nantinya ada bantuan penyaluran air bersih dilakukan oleh pihak PAM melihat daerah mana yang saat ini mulai mengalami kekeringan.

Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help