Kisah Pilu Ribuan Janda yang Ditelantarkan dan Dianggap Sebagai Nasib Buruk

Selama beberapa abad, ‘kota janda’ misterius ini menarik perhatian ribuan wanita yang dibuang keluarganya dan dianggap terkutuk

Kisah Pilu Ribuan Janda yang Ditelantarkan dan Dianggap Sebagai Nasib Buruk
AP
Para janda menari dan menyanyikan lagu rohani bersama-sama saat memperingati Hari Janda Internasional. 

BANGKAPOS.COM--Selama beberapa abad, ‘kota jandamisterius ini menarik perhatian ribuan wanita yang dibuang keluarganya dan dianggap terkutuk setelah kematian para suami.

Tidak ada yang sanggup menghitung jumlah janda di Vrindavan, kota di selatan New Delhi, India.

Meskipun begitu, diperkirakan ada 15 ribu janda yang hidup di sana.

Mereka diasingkan oleh keluarganya agar tidak mendapat warisan. Para janda ini dianggap sebagai ‘penghisap uang’ dan ‘nasib buruk’.

Beberapa janda ditinggalkan di jalan oleh anggota keluarganya. Sementara yang lainnya, datang ke Vrindavan dengan kemauannya sendiri – menggunakan bus dan kereta.

Para janda ini berharap bisa beribadah dan menemukan sahabat di sana. Meskipun begitu, butuh perjuangan untuk bertahan hidup setiap harinya di Vrindavan.

Hidup susah

Bindeshwar Pathak, pendiri lembaga HAM, Sulabh International, yang membantu para janda tersebut, mengatakan, rasa malu sebagai janda masih sangat kuat di beberapa tempat. Mereka diharapkan untuk melepas semua kesenangan.

Pathak menjelaskan, para janda ini tidak diperbolehkan untuk merayakan dan menghadiri pesta pernikahan. Mereka diharapkan untuk tinggal dalam pengasingan dan mengenakan baju berwarna putih.

“Ini pada dasarnya adalah bentuk penjara seumur hidup bagi para janda,” katanya.

Halaman
123
Editor: Iwan Satriawan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help