Kisah Sang Laksamana, Pilot Kamikaze Pertama Jepang yang Nekad Serang Kapal Induk AS

Saya sangat percaya bahwa satu-satunya cara berperang yang bisa mendukung kami adalah serangan tabrakan menggunakan

Kisah Sang Laksamana, Pilot Kamikaze Pertama Jepang yang Nekad Serang Kapal Induk AS
Official U.S. Navy Photograph/Noval Historical Center/Wikimedia Commons
USS Belleau Wood dan USS Franklin (kanan), mengalami kebakaran hebat setelah diseruduk pesawat Jepang dalam misi bunuh diri "Kamikaze" di perairan Filipina pada 30 Oktober 1944. Apakah ini serangan kamikaze oleh Masafumi Arima? 

BANGKAPOS.COM--Kamikaze menampilkan gerakan radikal dari pilot angkatan bersenjata Jepang untuk membela kehormatan bangsanya.

Motoharu Okamura,yang memimpin satu skuadron kamikaze, berkata

"Saya sangat percaya bahwa satu-satunya cara berperang yang bisa mendukung kami adalah serangan tabrakan menggunakan pesawat kami.Tidak ada cara lain. Beri saya 300 pesawat dan saya akan mengubah gelombang perang."

Tidak ada pengorbanan yang lebih tinggi dari seseorang yang menyerahkan nyawanya untuk sebuah perjuangan.

Namun, sepanjang sejarah perjuangan tampaknya tidak ada seradikal seperti yang dilakukan pilot-pilot muda Jepang: Kamikaze.

Dalam sejarah peperangan Jepang di Pasifik (1944), mereka siap mengorbankan nyawa dalam unit-unit khusus yang telah dipesiapkan dengan taktik menabrakan pesawat yang mereka kemudikan ke kapal-kapal perang Amerika Serikat.

Jepang menjuluki serangan yang tak biasa ini sebagai kamikaze atau yang dalam bahasa mereka berarti Angin Dewa.

Pasukan kamikaze bernama Tokkotai ini sejatinya dibentuk oleh Laksamana Madya Tokijiro Ohnisi, Panglima Armada Udara Pertama yang membawahi seluruh kekuatan udara Jepang di Filipina.

Kesatuan udara kamikaze bentukan Ohnisi lebih dulu menghantam armada kapal induk AS agar kekuatan udara AL AS tak menggganggu serangan armada laut Jepang.

Tentara AS terkesima menyaksikan serangan nekat yang sulit dinalar ini.

Halaman
123
Editor: Iwan Satriawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved