Leisure Bangka Belitung

Nikmatnya Lakso Spagetinya Orang Bangka

Lakso merupakan kuliner legendaris yang hingga kini masih digemari. Sajian khas Bangka berkuah santan ikan

Nikmatnya Lakso Spagetinya Orang Bangka
Ira Kurniati
Penjual Lakso asal Desa Kace Timur, Kecamatan Mendobarat, Eris. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ira Kurniati

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Lakso merupakan kuliner legendaris yang hingga kini masih digemari. Sajian khas Bangka berkuah santan ikan itu sering ditemui di pasar ataupun warung jajanan lokal.

Lakso dibuat menggunakan bahan dasar tepung beras dan sagu. Penyajiannya ditambah kuah ikan bersantan berwarna kuning muda. Nikmatnya lakso tentu tak kalah dengan spageti, asal Italia.

Eris, Warga Desa Kace Timur Kecamatan Mendobarat Bangka tiap hari memproduksi lakso untuk dia jual di pasar, lapak atau warung kue. Sehari Eris bisa memproduksi sekitar 150 cup/cetak lakso.

Untung yang didapat pun hingga ratusan ribu rupiah perhari.

Ditemui Bangka Pos Groups di kediamannya, Rabu (22/2/2018), perempuan berusia 29 tahun itu tampak sibuk meracik adonan lakso.

Bahan yang paling utama untuk adonan lakso, tentu adalah tepung beras dan sagu. Untuk pembuatan kuah, diperlukan beberapa bumbu dapur seperti bawang merah dan putih, kunyit, kencur, laos, serai dan sebagainya. Kunci utama lakso menurut Eris adalah pengunaan santan kelapa yang lebih banyak.

Proses pembuatan adonan lakso ini membutuhkan waktu kurang lebih satu jam.

Agar adonan lakso yang sudah tercetak tidak mudah basi, air yang digunakan untuk merendam adonan yang sudah matang harus sering diganti.

"Sebentar kok kalau buatnya. Palingan sejam." kata Eris seraya mengatakan lakso buatannya bisa tahan dalam waktu satu hari.

Halaman
123
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help