Inilah Penampakan Kamar Mandinya Tempat Fitri Dicor

Fitri Anggraeni (24) korban pembunuhan oleh Didik Ponco (28) mayatnya dicor dalam bak mandi rumah milik Ponco di desa Puguh, Kecamatan Boja, Kendal.

Inilah Penampakan Kamar Mandinya Tempat Fitri Dicor
Tribun Jateng
Kamar Mandi Cor Mayat 

Lantas bagaimana jika menagih utang tapi dibayar dengan kekerasan, dicekik, dibunuh kemudian jasadnya dicor dengan semen di kamar mandi?

Itulah nasib nahas yang dialami oleh Fitri Angraeni (24) warga desa Margosari, Limbangan kabupaten Kendal. Wanita yang diduga berprofesi sebagai pemandu karaoke itu menagih utang kepada Didik (28) di rumahnya di Puguh Boja Kendal.

Saat itu Didik tidak membayar utang sebagaimana Fitri tagih. Entah bagaimana Didik emosi kemudian terjadi cekcok antara Didik dengan Fitri. Diduga karena Fitri mengeluarkan kata-kata kasar saat menagih, Didik naik pitam kemudian mencekik Fitri.

Dalam penelusuran Tribunjateng.com, Fitri berprofesi sebagai pemandu karaoke dan sering memberikan pinjaman uang kepada teman-temannya. Dia punya dua anak yang dititipkan kepada ibunda atau neneknya anak Fitri. Sedangkan Didik juga punya istri namun sedang pulang ke rumah orangtuanya di Bandungan. Fitri jadi pemandu karaoke di daerah Boja dan sekitarnya.

Tubuh Fitri ibu anak dua itu, lunglai dan akhirnya tewas seketika. Didik pun kalap. Dia aduk semen kemudian menyeret tubuh (mayat) Fitri ke kamar mandi di rumah Didik di Puguh. Tubuh Fitri yang hanya mengenakan bra saja atau daleman bagian atas, kemudian tangan diikat dan ditelentangkan dalam posisi masih telanjang.

Tanpa nunggu waktu lama, Didik mengecor tubuh Fitri dengan tujuan agar bau mayat menyengat tidak mencuat. Supaya warga tidak curiga dan untuk hilangkan jejak. Pengecoran tubuh Fitri nyaris tak diketahui oleh siapapun, dalam waktu 6 hari.

Pengecoran mayat Fitri oleh Didik baru terbongkar hari Jumat siang (23/2) saat polisi menggelandang Didik ke rumahnya dan melakukan penggeledahan. Polres Kendal menggeledah rumah Didik untuk mencari barang bukti dan pendalaman penyelidikan kasus pembegalan.

Jumat (23/2) pagi, Didik Ponco baru saja melakukan pembegalan di desa Tampingan Boja Kendal. Kemudian Jumat siang ditangkap polisi. Kemudian polisi lanjut penyelidikan dengan menggeledah rumah Didik di Puguh Boja Kendal, Jumat (23/2/2018) siang.

Polisi menemukan kejanggalan di bak mandi di rumah Didik. Di tempat itu terdapat cor semen masih baru. Dan tampak sedikit lutut perempuan menyembul dari cor semen tersebut. Padahal Didik melakukan pengecoran lapis tiga atas mayat Fitri.

Saat ditanya apa itu di bak mandi, Didik semula geleng kepala. Polisi makin curiga karena ada sedikit bau. Kemudian dibongkar dan mengejutkan ternyata ada mayat perempuan yang dicor di bak mandi tersebut.

Halaman
1234
Editor: Evan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved