Izin HTI Bisa Dibatalkan Asal Gubernur Babel Lakukan Hal Ini

Kementerian Lingkungan Hidup bisa membatalkan izin HTI, asal Gubernur Babel terlebih dahulu mencabut izin lingkungan perusahaan pemilik izin HTI.

Izin HTI Bisa Dibatalkan Asal Gubernur Babel Lakukan Hal Ini
Dok/Bapos
Ketua Pansus HTI, Mardan 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kabar gembira bagi masyarakat yang menolak HTI di Babel. Kementerian Lingkungan Hidup bisa membatalkan izin HTI asal Gubernur Babel terlebih dahulu mencabut izin lingkungan perusahaan pemilik izin HTI.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Pansus HTI, Mardan usai berkonsultasi ke kementerian Lingkungan Hidup beberapa waktu lalu. 

"Dari hasil pansus kita juga izin HTI di Babel banyak yang bermasalah, cacat prosedur. Sosialisasinya juga tidak tepat. Dari pertemuan kita dengan kementerian lingkungan hidup gubernur punya kewenangan mencabut izin lingkungan perusahaan pemegang HTI. Kalau izin lingkungan sudah dicabut, secara otomatis izin HTI itu batal karena cacat prosedur," jelas politisi Partai Demokrat asal Jebus, Kabupaten Bangka Barat, kepada bangkapos.com, Senin (26/2/2018).

Sejak tahun 2009 sampai Desember 2017, setidaknya kata Mardan ada sembilan perusahaan pemegang izin HTI baik di Bangka Barat, maupun di Bangka Selatan.

"Sembilan perusahaan itu juga dari hasil pansus HTI kita temukan banyak yang cacat. Makanya gubernur harus mencabut izin lingkungannya. Kalau mencabut izin perusahaan memang bukan kewenangan gubernur. Tapi kalau izin lingkungan sudah dicabut perusahaan itu juga tidak bisa beroperasi," kata Mardan saat menghubungi bangkapos.com 

Beberapa waktu lalu sejumlah massa dari seluruh Kabupaten di Babel menyampaikan penolakan terhadap pemegang HTI.

Keberadaan HTI itu dinilai sudah menyusahkan masyarakat karena ketersediaan lahan untuk bertani berkurang.

Sedangkan masyarakat tidak dilibatkan sepenuhnya dalam HTI tersebut. Masyarakat hanya sebagai buruh kasar di perusahaan pemegang HTI di daerahnya.(*)

Penulis: Hendra
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved