Tim Gabungan Kembali Gagalkan Penyelundupan 3 Ton Sabu di Perairan Kepri

Jika sebelumnya menggagalkan 1,6 ton sabu berhasil digagalkan, kini 3 ton sabu yang digagalkan.

Tim Gabungan Kembali Gagalkan Penyelundupan 3 Ton Sabu di Perairan Kepri
Istimewa
Tim gabungan usai mengamankan sabu 1,6 ton di salah satu kapal yang digunakan beroperasi di perairan selat Philips, Kepulauan Riau. 

BANGKAPOS.COM, PEKANBARU - Tim Gabungan dari Satgassus Polri, Direktorat IV Tipidnarkoba, Bea Cukai Pusat, dan Bea Cukai Kepri kembali menggagalkan penyelundupan diduga sabu di perairan Kepulauan Riau.

Jika sebelumnya menggagalkan 1,6 ton sabu berhasil digagalkan, kini 3 ton sabu yang digagalkan.

“Pengungkapan kasus ini bermula pada hari Jumat (23/2/2018) sekira pukul 13.00 di perairan selat Philips dekat Pulau Nipah, Kapal Patroli milik Kanwil DKBC Khusus Kepri Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, melaksanakan pencegahan terhadap kapal asing yang diduga membawa narkotika,” kata Brigjen Eko Daniyanto, Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, ketika dikonfirmasi, Minggu (25/2/2018), dikutip TribunSolo.com dari Warta Kota.

Baca: Kronologi Pengungkapan Kapal Pengangkut Sabu 1,6 Ton Berbendera Singapura di Kepri

Kapal tersebut berbendera Taiwan dengan nama Win Long BH 2998.

Kapal ikan dengan jumlah Anak Buah Kapal (ABK) 28 orang.

“Sementara kapal tersebut masih dugaan membawa narkotika sebanyak tiga ton sabu"

"Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan dan sterilisasi full kapal,” jelasnya.

Baca: TNI AL Temukan 1 Ton Sabu Senilai Rp 1,5 Triliun di Dalam Kapal Berbendera Singapura

Dari hasil pemerikasaan diduga kapal bermuatan narkotika jenis sabu.

Selanjutnya kapal dikawal menuju Kanwil DJBC Khusus Kepri.

Baca: Anjing Pelacak Sempat Teler Sebelum Temukan 1 Ton Sabu di Kapal Berbendera Singapura

Kapal saat ini telah dibawa ke Dermaga Ketapang Kanwil DJBC Khusus Kepri, Meral, Karimun.

Proses pembongkaran muatan sedang dilakukan oleh Kru Kapal BC 20005 dengan dihadiri para pejabat DJBC dan Kepolisian.

(Warta Kota/Mohamad Yusuf)

Editor: fitriadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved