Ditutup Terpal Biru, Ternyata TI Ini Beroperasi Dekat Pinggir Jalan

Tim Satpol PP Kabupaten Bangka kembali menertibkan tambang inkonvensional yang beroperasi dipinggir jalan

Ditutup Terpal Biru, Ternyata TI Ini Beroperasi Dekat Pinggir Jalan
(ist/dok satpol pp kabupaten bangka)
Satpol PP Kabupaten Bangka saat menertibkan TI milik AN, yang beroperasi dekat jalan di Jalan Tonghin Kelurahan Surya Timur yang ditutup terpal dari jalan agar tidak terlihat masyarakat, Selasa (27/2/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Tim Satpol PP Kabupaten Bangka kembali menertibkan tambang inkonvensional yang beroperasi dipinggir jalan di Jalan Tonghin Kelurahan Surya Timur.

TI tersebut hanya berjarak 10 meter dari jalan raya. Selama Ini pemilik TI AN menutup TI-nya dengan terpal untuk mengelabui petugas Satpol PP agar terhindar dari penertiban dan juga tidak terlihat masyarakat TI tersebut beroperasi dekat dengan jalan raya.

Diakui Kepala Satpol PP Kabupaten Bangka M Dalyan Amrie melalui Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka Achmad Suherman, TI tersebut sudah lama beroperasi.

"Sudah lama beroperasi tapi nggak separah sekarang. Kalau dulu agik jauh dan tidak dalam camoynya. Sekarang kurang lebih cuma 7 meter dari jalan aspal." ujar Suherman kepada bangkapos.com, Selasa (27/2/2018) malam.

" TI itu di tutup terpal untuk mengelabui orang lewat. Kami juga hampir tiap hari mendapat laporan dan keluhan warga, baik melalui laporan langsung maupun lewat telp dan sms. Setelah kami cek lokasi tenyata sangat dekat dengan jalan aspal. Dalam camoy kurag lebih 8 meter," ungkap Suherman

Namun pihaknya melakukan tindakan persuasif dengan meminta pemilik TI segera menghentikan operasional TI-nya.

Kami stop Untuk itu pihaknya akan memberikan surat peringatan tertulis agar menhentikan penambabgan dan menutup lubang camuy tersebut.

"Kalau membandel terpaksa kami akan turun tim gabungan polisi dan TNI. Kami dedline penutupan TI seseegera mungkin, terutama menutup kembali lubang tambang tersebut karena dikhawatirkan kalau hujan lebat bisa longsor," tegas Suherman.

Pihaknya, tidak melarang masyarakat menanbang tetapi jangan dekat fasilitas umum. Pasalnya selain jalan rumah dan tanah ini pemilik TI ini juga bisa roboh kalau hujan lebat.

"Saudari AN ini merasa tanah pribadi. Jadi semaunya menambang tanpa menghiraukan kepentingan umum. Belum di tambah bisingnya bunyi mesin TI karena dekat pemukiman. Kami tidak pernah mlarang masyarakat mau berusaha tetapi yang penting sesuai prosedur dan aturan," sesal Suherman.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help