Ini Tanggapan Dir Reskrimsus Polda Babel Soal Penangkapan Oknum PNS Pelaku Penyebab Kebencian

Tersangka RD, yang terlibat dalam kasus penyebaran ujaran kebencian ditangkap oleh Direktorat Tindak Pidana Cyber Crime Bareskrim Polri

Ini Tanggapan Dir Reskrimsus Polda Babel Soal Penangkapan Oknum PNS Pelaku Penyebab Kebencian
Ira Kurniati
Dir Reskrimsus Polda babel, Kombes (Pol) Mukti Juharsa. 

Laporan wartawan Bangkapos, Ira Kurniati

BANGKAPOS.COM,BANGKA- Tersangka RD, yang terlibat dalam kasus penyebaran ujaran kebencian ditangkap oleh Direktorat Tindak Pidana Cyber Crime Bareskrim Polri, senin (26/2/2018).

Penangkapan ini terjadi pada pukul 09.15 WIB. RSD merupakan anggota kelompok Muslim Cyber Army (MCA) yang tergabung dalam whatsapp grup "The Family MCA".

Dir Reskrimsus Polda Babel, Kombes (Pol) Mukti Juharsa mengatakan penangkapan terhadap tersangka dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Cyber Crime Bareskrim Polri.

"Yang nangkap Direktorat Cyber Crime polri, bukan kita. Penangkapannya kemarin jam 09.00 WIB. Tetap koordinasi dengan kita." jelas Kombes (Pol) Mukti Juharsa, Selasa (27/2).

Lebih lanjut, penangkapan yang dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Cyber Crime Polri tersebut, sebelumnya sudah berkoordinasi dengan pihak polda. Penangkapan juga ikut didampingi pihak polsek. Setiap satuan berkoordinasi dengan satuan kewilayahan setempat.

Tersangka ditangkap karena menyebar isu provokasi di media sosial. Seperti isu kebangkitan PKI, penculikan ulama dan fitnah terhadap presiden, pemerintah dan tokoh-tokoh tertentu.

Bangkapos.com memantau rumah tersangka yang berada di Kelurahan Selindung tampak sepi. Tersangka tinggal di rumah dinas puskesmas yang berjarak sekitar 10 meter dari puskesmas tersebut. RD juga merupakan ASN yang menjabat sebagai bendahara puskesmas.

Hanya terlihat beberapa baju yang dijemur di teras rumahnya. Ada pula beberapa sandal yang berserakan dan lampu rumah sudah menyala.

Tampak pula sekitar rumah tersangka terlihat sepi. Tak ada warga yang terlihat berada diluar rumah.

Malam itu, bangkapos.com mengkonfirmasi dengan ketua RT setempat. Saat ditemui dirumahnya, Efendi mengaku jika dirinya pun tidak mengetahui penangkapan yang dilakukan oleh Direktorat Cyber Crime Polri.

"Saya kemarin posisinya lagi dikebun. Tidak tahu juga kalau ada penangkapan. Cuma saya dapat telepon dari Bhabinkamtibmas untuk izin kewilayah sini." ucapnya.

Dia pun mengaku, jika tersangka pada kesehariannya baik dan sering ikut kegiatan gotong royong warga.

"Orangnya baik. Saya juga tidak tahu kalau bisa terlibat kasus tersebut. Dia orangnya tidak terlalu menonjol, bicara seperlunya saja." tambah Efendi.(*)

Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help