Inilah Penyebab Kenapa Kuliner Basah Khas Bangka Sulit Terkenal

Saat ini banyak stakeholder di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung khususnya di Kabupaten Bangka terus berupaya

Inilah Penyebab Kenapa Kuliner Basah Khas Bangka Sulit Terkenal
Bangkapos/Edwardi
Makanan basah khas Bangka, Pantiaw 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA –- Rendang dan gado-gado merupakan makanan tradisional yang sudah banyak dikenal banyak orang, serta diakui secara nasional dan internasional.

Saat ini banyak stakeholder di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung khususnya di Kabupaten Bangka terus berupaya mengangkat makanan (kuliner) basah khas Bangka, seperti pantiaw, lakso dan lain lainnya bisa sejajar seperti makanan daerah lainnya yang telah menasional, bahkan dikenal dunia  internasional dan diakui kelezatannya oleh banyak orang.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Koperasi,Usaha Kecil dan Menengah (DINPMP2KUKM) Kabupaten Bangka melalui Kasi UMKM, Marliana mengatakan sejauh ini makanan basah khas Bangka keberadaannya masih terbatas pada pesanan dan tidak diproduksi secara massal.

Pasalnya karena keterbatasan tenaga kerja dan masih bersifat tradisional.



"Banyak yang buat makanan seperti pantiaw, lakso dan lainnya, namun terbatas jumlahnya karena selain sesuai orderan, juga yang membuat masih kesulitan pegawainya, karena kalau mau banyak, perlu banyak tenaga juga," kata Marliana.

Menurutnyaa, pelaku usaha membuat makanan olahan basah seperti pantiaw dan lakso dalam sehari sekitar 10 kilogram, dan sesuai pesanan.


"Jadi tidak rutin setiap hari, kalau ada yang minta baru dibuat," imbuhnya.

Selain itu tambah Marliana, makanan pantiaw dan lakso ini kurang promosi secara rutin dan seterkenal seperti makanan rending, gado-gado atau makanan nusantara lainnya yang membuat atau menjadi identitas daerah.


"Terkenal, terkenal, tapi di kalangan kita saja, masih belum menasional, paling kalau ada pameran baru kita buat, atau kalau ada tamu, kita suguhkan, jadi tidak ada rutinnya, terus pelakunya juga masih terbatas, kebanyakan kita membuat kemplang, getas dan sejeninsnya itu, kalau seperti pantiaw atau lainna sebatas pesanan saja, bukan tidak ada bahan baku, namun pembuatnya ini yang masih kurang, dan juga kurang tahan lama, masih kurang promosi juga keluar," tukasnya.

Halaman
12
Penulis: edwardi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved