Netizen Bongkar Akun Terafiliasi The Family MCA Sindikat Penyebar Ujaran Kebencian

Sindikat penyebar kebencian, sara, hoaks, dan isu-isu provokatif di media sosial, The Family MCA berhasil diringkus

Netizen Bongkar Akun Terafiliasi The Family MCA Sindikat Penyebar Ujaran Kebencian
Twitter
Empat tersangka anggota Muslym Cyber Army (MCA) Family penyebar kebencian yang diciduk Polri. Terbaru ada dua lagi yang diciduk. 

BANGKAPOS.COM - Sindikat penyebar kebencian, sara, hoaks, dan isu-isu provokatif di media sosial, The Family MCA berhasil diringkus oleh jajaran Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, bersama dengan Direktorat Keamanan Khusus Badan Intelijen Keamanan.

Pantauan TribunWow.com, isu-isu yang biasa mereka sebarkan contohnya kembangkitan PKI, penculikan  ulama, pencemaran nama baik, hingga menyebarkan virus pada individu tertentu.

Virus ini kemudian dapat merusak perangkat elektornik orang yang disasar.

//

Terkait hal ini, Dede Budhyarto melalui akun Twitternya@kangdede78 turut angkat bicara pada Selasa (27/2/2018).

Menurut Kang Dede, kelompok tersebut mengatasnamakan agama, namun nyatanya justru menyoroti politik.

//

Dede juga menyebut jika kelompok ini ada yang mendanai.

@kangdede78: Kelompok MCA ini bukan hanya komunitas Media Social yg mengatasnamakan Agama, tapi komunitas jualan Politik yg terstruktur, ada komandannya, ada yg mendanai.

Pada postingannya selanjutnya, Dede mengungkapkan jika dari 4 tersangka yang berhasil ditangkap, salah satunya merupakan seorang PNS.

Keempat tersangka yang ditangkap adalah ML di Tanjung Priok, RSD di Pangkal Pinang, RS di Bali, dan Yus di Sumedang.

Baca: Terungkap Fakta Baru Tewasnya Pemandu Karaoke yang Mayat Dicor Beton

Informasi terbaru, ada dua lagi tersangka baru saja dibekuk. Satu orang yang ditangkap dari Palu baru saja tiba di Bareskrim dan tengah diperiksa petugas.

Kasubdit Siber Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar mengatakan selain pelaku yang ditangkap di Palu, ada satu pelaku lain yang ditangkap di Yogyakarta. Saat ini keduanya tengah didata petugas.

"Tersangka baru sampai, yang di Palu dan Jogja baru nyampe," ucap Irwan saat dikonfirmasi seperti dilansir detik.com.

Keenam pelaku tergabung dalam sebuah grup aplikasi pesan instan yakni WhatsApp Group 'The Family MCA'. Mereka ditangkap pada Senin (26/2).

Baca: Siswi Terlibat Baku Hantam Diamankan Polisi, Ini Pemicu Perkelahian yang Videonya Viral

Kang Dede juga membeberkan grup-grup aplikasi WhatsApp yang diikuti oleh para tersangka.

Diantaranya:

1. Akademi Tempur MCA

2. Pojok MCA

3. The United MCA

4. The Legend MCA

5. Muslim Coming

6. MCA News Legend

7. Special Force MCA

8. Srikandi Muslim Cyber

9. Muslim Sniper.

Menurutnya, grup WA tersebut beranggotakan sekitar 500 orang.

@kangdede78: 1 Group WA beranggotakan 500 orng, klo tertangkap semua, full penjara, atau dimasukan di sel khusus yah, "Lapas MCA".

Terkait penangkapan ini, Kang Dede kemudian mengatakan agar partai-partai yang memakai jasanya untuk tidak panik.

@kangdede78: Partai yg pake jasa MCA ndak usah panik getohhh...santay aja bro....ganti nomor bukan solusi, data udah kesedot, siap2 tidur di sel.

Pasca penangkapan ini, grup-grup yang terafiliasi The Family MCA berubah nama.

Srikandi Muslim Cyber berubah nama aku facebooknya menjadi Indonesia Bangkit.

Lalu The United MCA mengubah nama akun facebook-nya menjadi Medsod.

(TribunWow.com/Lailatun Niqmah)

Follow instagram Bangka Pos:



 
Editor: fitriadi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved