Nurhayati Pasrah dan Memilih Kemas Peralatan Melimbang Pasir Timah

Sore itu Nurhayati dan sang suami mulai berkemas. Sementara, putranya terus berjibaku dengan butiran pasir

Nurhayati Pasrah dan Memilih Kemas Peralatan Melimbang Pasir Timah
bangka pos Anthoni
Tim Gabungan Sat Pol PP, Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung, menggeruduk TI Ilegal yang beroperasi di tepi pantai pantai Takari, Desa Rebo, Kabupaten Bangka, Selasa (27/2/2018) siang 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Nurhayati (38)  hanya bisa pasrah ketika, tim gabungan Sat Pol PP dan Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung, menyetop aktifitas TI di tepi pantai Takari, Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka Induk, Selasa (25/2/2018) sore.

Sore itu Nurhayati dan sang suami mulai berkemas. Sementara, putranya terus berjibaku dengan butiran pasir laut sisa-sisa dan limbah para penambang.

Nurhayati pelimbang pasir timah di kawasan pantai Takari, Desa Rebo, Kabupaten Bangka Induk
Nurhayati pelimbang pasir timah di kawasan pantai Takari, Desa Rebo, Kabupaten Bangka Induk (Bangkapos/Anthoni)

Selain itu, Nurhayati dan keluarga juga membongkar camp kecil dan sederhana yang menjadi tempat berteduh saat melimbang.

Raung serta dentuman suara mesin TI, menjadi kebahagian tersendiri bagi Nurhayati dan keluarga.

Sebab, tahun ke tahun keluarga menggantung kan hidup sebagai pelimbang.

Berbekal, ember, karpet, dan piring hari-hari Nurhayati dan Keluarga  dihabiskan untuk melimbang.

Bagi Nurhayati, Penertiban yang dilakukan tim gabungan, membuat ia dan keluarga terancam kehilangan mata pencaharian.

Sebab sejak dua bulan belakangan ini, Nurhayati dankeluarga  menggantung hidup dari melimbang pasir timah.

Nurhayati dan keluarga tak punya pilihan pasca penertiban tersebut.

Halaman
12
Penulis: Antoni Ramli
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved