Penebangan Pohon Tanpa Izin Diancam Denda Rp2,5 Miliar

Dinas Kehutanan bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan Polisi Hutan (Polhut) berhasil menggrebek ilegal logging

Penebangan Pohon Tanpa Izin Diancam Denda Rp2,5 Miliar
Adinda
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Babel, Marwan 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Adinda Rizki Amanda

BANGKAPO.COM, BANGKA - Dinas Kehutanan bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan Hutan'>Polisi Hutan (Polhut) berhasil menggrebek ilegal logging di kawasan Gunung Maras Kecamatan Belinyu pada bulan Febuari ini.

Dalam operasi itu ditemukan barang bukti 9 unit truk yang berisi puluhan kayu dan 1 unit PC beserta 11 orang pekerja ilegal telah diamankan di Mapolres Bangka.

Maraknya kegiatan penebangan hutan tanpa izin membuat Dinas kehutanan berupaya meningkatkan performa Polhut dengan menambah 14 personil pengamanan hutan (Pamhut) untuk membantu polisi hutan dalam menjaga keamanan hutan.

Dengan upaya ini Kepala Dinas Kehutanan Marwan menekan kepada semua yang terlibat untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi dalam memberantas oknum-oknum yang merusak hutan.

"Kami akan terus berupaya menjaga hutan untuk bebas dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dalam merusak hutan," ungkapnya kepada bangkapos.com, Selasa (27/2/2018).

Dalam pasal 88 ayat 1 Undang-undang 13 tahun 2013, mereka yang menebang pohon tanpa izin resmi akan dipidanakan maksimal selama 5 tahun penjara dan minimal 1 tahun penjara serta akan dikenakan denda maksimal Rp.2,5 Miliar dan minimal Rp.500 juta.

Marwan menambahkan, selain menambah personil pamhut yang kelak akan membantu Polhut dalam mengawasi hutan, Dinas Kehutanan juga akan terus melakukan koordinasi dengan Gubernur dalam mengamankan hutan di wilayah Babel.

Ia berharap dalam koordinasi ini pemerintah akan terus mendukung program program yang bertujuan menjaga kelestarian hutan. Kemudian dinas kehutanan akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk mengintai wilayah wilayah yang rawan pembalakan liar.

Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved