Hendra Apollo Terpilih Jadi Ketua Golkar Babel, Bambang Patijaya Ketua Harian

Sebagai Ketua Harian Partai Golkar Babel saya siap mendukung beliau untuk mensukseskan Partai Golkar pada Pilkada 2018, Pilleg 2019 dan Pilpres 2019

Hendra Apollo Terpilih Jadi Ketua Golkar Babel, Bambang Patijaya Ketua Harian
Istimewa
Ketum DPP Partai Golkar Airlangga Hartato bersama Hendra Apollo dan Bambang Patijaya 

Demikian juga dengan persiapan yang ia lakukan, H-1 persiapan yang ia lakukan juga maksimal dan sangat siap untuk mengikuti proses Musdalub Golkar Babel.

"Pada hari pelaksanaan karena dinamika yang ada, satu persatu kandidat yang namanya sempat beredar mengundurkan diri atau tidak jadi maju pada proses pencalonan Ketua Partai Golkar Babel. Akhirnya mengkerucut pada saya dan Hendra Apollo saja. Dengan Hendra Apollo kami membuat suatu komitmen diantara kami berdua, bahwa akan saling mendukung apa pun hasilnya. Karena kami sudah bersahabat dari dulu dan tidak pernah ada konflik apapun," jelas Bambang Patijaya.

Setelah melewati proses pembahasan tatib dan verifikasi kepesertaan, posisi dirinya sangat diunggulkan jika proses pemilihan dilaksanakan saat itu.

Namun dinamika yang terjadi sangat tinggi, kalau tidak mau dibilang keras.

Berbagai macam issu dan gerakan muncul semenjak pagi dan hal tersebut cukup mengganggu kenyamanan yang kemudian pada jam 16.15 sidang di skor sampai jam 19.00 malam.

Sekitar jam 20.15 WIB, ia dan Hendra Apollo dipanggil oleh beberapa pengurus DPP dan mendapat penjelasan bahwa petunjuk Ketum DPP Partai Golkar Airlangga Hartato agar Golkar Babel tidak pecah.

Airlangga Hartato mempersilahkan Hendra Apollo sebagai ketua dan ia diminta mendukung.

"Untuk maju pada Musdalub Golkar Babel ini, saya sangat siap dengan segala kondisi. Menang atau kalah adalah resiko. Tidak menjadi ketua pun saya siap, walau saat itu pada posisi dukungan suara yang sangat kuat? Karena sudah ada petunjuk dari Ketum Airlangga, saya patuhi dan loyal, tidak ada perdebatan dan keberatan dari saya saat itu," papar Bambang.

Karena tidak ada pertandingan, "kompromi" yang ia mintakan pada saat itu adalah dirinya sebagai "Ketua Harian", sebagai pendamping Formatur, dan Caleg DPR RI yang disetujui oleh DPP Partai Golkar.

Baginya tidak ada hal yang dramatis, ini dinamika saja. Kadang ia sukses, kadang ia kurang maksimal dalam mendapat hasil.

Halaman
123
Penulis: Iwan Satriawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved