Modus Jual Istri Lalu Peras Korbannya

Pasangan suami istri (pasutri) yakni Denny Prihantoro (25) dan F (22) diduga melakukan pemerasan.

Modus Jual Istri Lalu Peras Korbannya
TRIBUNSOLO.COM
Pelaku pemerasan saat gelar perkara di Polresta Surakarta, Solo 

BANGKAPOS.COM - Pasangan suami istri (pasutri) yakni Denny Prihantoro (25) dan F (22) diduga melakukan pemerasan.

Modus yang dilakukan kedua pelaku adalah menjebak korban menjadi pasangan selingkuhan F.

//

Namun, Denny tidak mengaku kalau dirinya melakukan skenario penjebakan.

Kasus ini sendiri bermula saat pria ini bersama rekannya, Sutrisno alias Bangkok, 34, menggrebek korban yang kedapatan sedang berada disalah satu kamar hotel di kawasan Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.

Baca: Nyanyikan Lagu India, Zayn Malik Banjir Pujian

Saat digerebek, sebenarnya pelaku hendak memperkarakan kasus tersebut kepada pihak kopolisian.

Namun korban yang bernama Bambang (34) memberi uang damai Rp 10 juta.

Pihak kepolisian menduga kejadian tersebut merupakan skenario yang telah disusun Denny.

“Jadi pada status medsos pelaku, istrinya ditawarkan kepada pria lain dengan status janda," kata Wakasatreskrim Polresta Surakarta, AKP Sutoyo saat gelar perkara di Polrests Surakarta, Selasa (27/2/2018) siang.

"Setelah laku, istrinya langsung disuruh inten berhubungan dengan si korban,” katanya.

Setelah itu, barulah Denny berpura-pura menggerebek kamar hotel dan memeras korban dengan uang Rp 10 juta.

Baca: Angle Lelga Muncul dari Lorong, Vicky Prasetyo: Ini Gila

Tidak berhenti sampai disitu, pelaku kembali lagi selang dua pekan memeras korban dirumahnya.

"Karena ada sesutu yang janggal, korban lantas melaporkan hal tersebut,” katanya.

Untuk sementara pihak kepolisian baru menetapkan Denny dan Sutrisno sebagai pelaku utama.

“Sementara ini status F masih sebagai saksi, namun kita menduga kuat dia ikut terlibat," ujarnya.

"Akan kita lakukan penyidikan mendalam agar status F bisa kita naikkan sebagai tersangka,” ujar Sutoyo mewakili Kasatreskrim Polresta Surakarta, Kompol Agus Puryadi.

Selain pelaku, pihak kepolisian juga menyita sejumlah barnag hasil kejahatan kedua pelaku yakni dua tas perempuan masing-masing warna silver dan biru dan sepasang subwover/speaker aktif.

Kedua pelaku dikenakan pasal 368 KUHP Jo. 369 KUHP dengan pidana penjara maksimal 9 tahun.

Editor: Evan
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help