20 Orang Uji Kompetensi Operator PLTD, Tak Punya Sertifikasi Ini Sanksinya

Sebanyak 20 operator pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dari 13 perusahaan di Babel mengikuti uji kompetensi ketenagalistrikan

20 Orang Uji Kompetensi Operator PLTD, Tak Punya Sertifikasi Ini Sanksinya
Bangka Pos/Alza Munzi
Penguji dari LSK Hakit mengetes peserta uji kompetensi operator PLTD di ruang pembangkit listrik Hotel Puncak, Kamis (1/3/2018) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Alza Munzi

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sebanyak 20 operator pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dari 13 perusahaan di Babel mengikuti uji kompetensi ketenagalistrikan, Kamis (1/3/2018).

Acara yang digelar di Hotel Puncak Budget ini diawali tahapan teori hingga praktik di mesin PLTD milik hotel tersebut.

"Kegiatan selama lima hari, mulai Senin (26/3/2018) lalu sampai besok (2/3/2018). Sertifikat kompetensi bagi operator ketenagalistrikan ini wajib dimiliki sesuai amanat UU Nomor 30 tahun 2009," jelas Inspektur Ketenagalistrikan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Babel Akhmad Zulkurnia.

Disebutkan Zulkurnia, pihaknya mengirimkan kepada 70 perusahaan se-Babel agar mengikutsertakan operator mesin pembangkit listrik dalam uji kompetensi ini.

Namun, hanya 13 perusahaan yang mengirimkan peserta. PT Timah Tbk menurutnya paling banyak mengirim operator listrik.

"PT Timah ada 6 orang, perusahaan perhotelan cuma 1 orang. Padahal sertifikasi ini penting dimiliki operator. Saat terjadi musibah sehubungan mesin listrik, maka aparat berwajib pasti memeriksa kelengkapan itu. Ini sesuai perintah UU," ujarnya.

Pihaknya memfasilitasi operator di perusahaan untuk mendapatkan sertifikat itu, yang bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Hakit dan pihak penyelenggara PT Lokatua Widya Swara (LWS).

Untuk ikut dalam uji kompetensi itu, peserta dibayar oleh masing-masing perusahaan.

"Sertifikasi berlaku 3 tahun dan dapat diperpanjang lagi," jelas Zulkurnia.

Sedangkan GM PT LWS Yand Manalu menjelaskan berdasarkan UU 30 tahun 2009, pihak perusahaan dapat dikenai sanksi hukum jika mempekerjakan operator tanpa sertifikasi.

"Operator PLTD untuk semua skala wajib pegang sertifikat kompetensi ini," jelasnya.

Tiga orang penguji dari LSK Hakit yakni Adang, Achmad dan Bendra Doris mengetes langsung peserta di PLTD milik Hotel Puncak.

Mesin berkekuatan 625 KVA ini menurut salah seorang penguji harus mendapatkan perawatan yang layak agar usianya lebih awet.

"LSK Hakit mendapat mandat dari Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM untuk menguji peserta. Nanti, sertifikat kompetensi diterbitkan Dirjen Ketenagalistrikan," tambah Zulkurnia.

Penulis: Alza Munzi
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help