Sedimentasi Kolam Retensi dan Saluran Air Pangkalpinang Akibat Penambangan Ilegal

Jadi untuk penambangan di wilayah Kota Pangkalpinang ini kita sudah meminta kepada Satpol PP dan kepolisian untuk melakukan

Sedimentasi Kolam Retensi dan Saluran Air Pangkalpinang Akibat Penambangan Ilegal
bangkapos.com/evan
Ahmad Subari 

Laporan Wartawan Bangka Pos, EdwardI

BANGKAPOS.COM, BANGKA  -- Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Achmad Subari mengakui  penyebab terjadinya sedimentasi di dalam kolam atau kolong retensi dan saluran air di Kota Pangkalpinang, karena adanya aktivitas penambangan timah ilegal.

Padahal keberadaan kolam atau kolong retensi dan saluran air yang baik sangat diperlukan untuk mengendalikan dan penanggulangi banjir yang sering terjadi di Kota Pangkalpinang.

“Jadi untuk penambangan di wilayah Kota Pangkalpinang ini kita sudah meminta kepada Satpol PP dan kepolisian untuk melakukan penertiban tanpa pandang bulu. Karena yang namanya kegiatan penambangan di Kota Pangkalpinang ini dipastikan illegal, karena Kota Pangkalpinang ini tidak memiliki wilayah penambangan,” kata Achmad Subari ditemui Bangkapos.com, Kamis (01/03/2018) di kantornya.

Ditegaskannya jadi yang namanya penambangan di Kota Pangkalpinang dengan alasan apapun dipastikan itu illegal. Sebab di dalam RTRW Kota Pangkalpinang jelas disebutkan wilayah Kota Pangkalpinang tidak memiliki wilayah penambangan.

“Jadi saya tegaskan penambangan apapun dan dengan dalih apupun di wilayah Kota Pangkalpinang adalah kegiatan ilegal,” tegasnya.

Achmad Subari berharap kepada pihak penegak hukum yang memiliki kewenangan untuk melakukan penertiban dan penindakan, bila melihat ada kegiatan penambangan di wilayah Kota Pangkalpinang.

“Kita minta aparat penegak hukum bisa langsung melakukan penindakan walaupun tanpa ada permintaan dari Pemkot dan DPRD Pangkalpinang,” imbuhnya.(*)

Penulis: edwardi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help