Kasus Penggelapan Barang Bukti Rupbasan, Kejari Pangkalpinang Tetapkan Martin DPO

Kalau menurut keterangan Joko Surono ada keterlibatan Ah tapi bagaimana mau mencari keterangan lebih jauh jika

Kasus Penggelapan Barang Bukti Rupbasan,  Kejari Pangkalpinang Tetapkan Martin DPO
Bangkapos/Ryan Agusta
Joko Surono (JS) menggunakan rompi tahanan saat digiring petugas asal Kejaksaan Negeri Pangkalpinang beberapa waktu lalu 

Namun sayangnya saat itu Ah tidak ada di tempat, kondisi tersebut diungkapkan oleh seorang wanita yang mengaku istri Ah.

"Pak Ah tidak ada di rumah. Saya sendiri tidak tahu kemana. O ya ada apa ya pak? soalnya saya sendiri baru nyampe rumah nih," kata wanita itu saat ditemui bangkapos.com siang itu.

Setelah dijelaskan lebih detil, akhirnya wanita itu pun memahami maksud kedatangan bangkapos.com ke kediaman Ah. Seketika itu pula mimik wajah wanita terlihat berubah agak kaget.

"Kalau masalah itu saya gak tahu pak ya. Soalnya saya jarang sekali baca berita. Kebetulan pak Ah pun belum ketemu sama saya," terang wanita itu.

Meski begitu bangkapos.com pun sempat mencoba mengkonfirmasi Ah melalui sambungan nomor ponselnya, Jumat (2/3/2018) sore sekitar pukul 16.57 wib namun sayangnya nada ponsel yang bersangkutan terdengar tidak aktif.

Sekedar diketahui, dalam perkara ini pihak Kejari Pangkalpinang hanya menetapkan seorang tersangka, JS (mantan kepala Rupbasan Pangkalpinang) lantaran JS terbukti telah menyalahgunakan jabatanya yakni menggelapkan barang bukti 1,6 ton timah balok yang dititip di Rupbasan Pangkalpinang 

Sejumlah timah balok yang dititipkan di Rupbasan itu justru ditukar dengan timah yang memillki kadar berbeda atau rendah,
hingga akhirnya JS pun divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang yakni 2 tahun kurungan penjara. 

Meski sebelumnya JS (terdakwa) sebelum dijatuhkan vonis hukuman kurungan penjara 2 tahun, JS diketahui sempat mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 400 juta namun tak berarti perkara yang melibatkanya itu lepas dari proses hukum. 

Keterlibatan Ah dalam perkara penggelapan barang bukti timah balok 1,6 ton pun sempat terkuak ketika sidang putusan terhadap JS, Kamis (22/2/2018), sebagaimana dalam amar putusan yang dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai Sri Endang A Ningsih SH MH disebutkan jika ada keterlibatan Ah, sehingga majelis hakim pun meminta pihak Kejari Pangkalpinang agar dapat mengembangkan penyidikan termasuk terhadap Martin.

"Agar kasus ini juga terang menderang, maka Ah dan Mar segera ditetapkan sebagai tersangka dan segera disidangkan," kata majelis hakim saat sidang putusan belum lama ini. (*)

Penulis: ryan augusta
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help