Ini Lima Negara dengan Jumlah Kunjungan Paling Sedikit di Dunia

Negara-negara besar seperti Amerika Serikat, China, atau Prancis, adalah negara yang paling banyak dikunjungi warga negara asing

Ini Lima Negara dengan Jumlah Kunjungan Paling Sedikit di Dunia
Stephen Lins
Tuvalu 

BANGKAPOS.COM - Negara-negara besar seperti Amerika Serikat, China, atau Prancis, adalah negara yang paling banyak dikunjungi warga negara asing.

Sekarang, mari kita alihkan perhatian pada negara-negara yang terbilang jarang "disentuh" wisatawan internasional.

World Tourism Organization (UNWTO) menghimpun negara-negara yang paling jarang dikunjungi di seluruh dunia.

//

Berikut lima negara yang menduduki peringkat teratas, termasuk data jumlah pengunjungnya pada tahun 2017.

5. Sudan Selatan: 5.500 Pengunjung

Sudan Selatan
Sudan Selatan (Kredit: Amy the Nurse)
//

Sudan Selatan, belum lama berpisah dari Sudan, merupakan salah satu negara terbaru di dunia. Di sini masih penuh dengan perang sipil.

Sudan Selatan telah menderita perang saudara yang berkecamuk lebih dari 40 tahun.

Meskipun begitu, keramahan Sudan tetap tidak ada duanya. Bagi yang sering berkunjung ke negeri ini, mereka menyatakan ini negara favorit.

Sudan Selatan juga kaya sejarah, budaya, serta kuliner khas yang enak.

4. Kiribati: 4.000 Pengunjung

Kiribati
Kiribati (Kredit: Unubonn)

Sebuah negara yang sangat terisolasi secara geografis. Luas daratan Kiribati hanya 800 kilometer persegi, tetapi kepulauannya tersebar lebih dari 3,5 juta kilometer persegi.

Bangsa ini sangat tak tersentuh, karena betapa terpencil dan tidak dapat diaksesnya pulau-pulau di sana.

Penduduk setempat sangat ramah. Salah satu aspek budaya yang paling ikonik adalah tarian Kiribati yang mengacu pada gerakan kepala burung Frigate.

3. Tuvalu: 1.000 Pengunjung

Tuvalu
Tuvalu (Kredit: Stephen Lins)

Sebuah negara yang sangat terpencil. Tuvalu melaporkan hanya 1.000 turis yang datang ke negara ini selama tahun 2017.

Sebagai salah satu negara terkecil dan paling terpencil di dunia, negara ini sangat tidak dapat diakses.

Namun, Tuvalu menyimpan keanekaragaman laut yang luar biasa. Menjadikan perairannya sebagai salah satu tempat terbaik untuk snorkeling.

2. Somalia: 400 Pengunjung

Somalia
Somalia (Kredit: PBB)

Banyak peringatan perjalanan yang berlaku untuk Somalia. Ini karena adanya konflik bersenjata antara pemerintah dan faksi kekerasan (termasuk Al Shabab, terkait dengan al-Qaeda).

Namun, sebelum perang sipil dimulai pada awal 1990-an, Somalia sangat ramah kepada wisatawan.

Negara ini sangat terkenal karena air terjun, pegunungan, dan taman nasionalnya.

Daerah liarnya adalah rumah bagi sejumlah besar satwa. Mulai dari singa, cheetah, hyena, macan tutul, onyx, dan burung unta.

1. Nauru: 160 Pengunjung

Nauru
Nauru (Kredit: Sean Kelleher)

Berada di tengah Samudera Pasifik, negara kepulauan kecil ini mencakup kurang dari 21 kilometer persegi. Menjadi rumah bagi kurang dari 10.000 jiwa.

Hanya satu maskapai yang melayani negara ini. Infrastruktur wisata seperti hotel dan restoran sangat minim. Juga lapangan pekerjaan serta fasilitas kesehatan, masih langka.

Terlepas dari kegelapan ekonomi, negara ini menawarkan keindahan pantainya. Dan, bagi penggemar Perang Dunia II, ada sisa-sisa pendudukan Jepang yang tersebar di seluruh pulau.

 
Editor: Evan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help