Ini Sosok Pria dan Wanita Pembunuh Ibu Kos Cantik, Sandal dan Foto Plat Nopol Jadi Petunjuk Polisi

Dua terduga pelaku pembunuhan ibu kos cantik di Semarang berhasil ditangkap oleh anggota Polsek Banyumanik.

Ini Sosok Pria dan Wanita Pembunuh Ibu Kos Cantik, Sandal dan Foto Plat Nopol Jadi Petunjuk Polisi
Facebook
Meta Novita Handayani 

BANGKAPOS.COM,  SEMARANG - Dua terduga pelaku pembunuhan Metha Novita berhasil ditangkap oleh anggota Polsek Banyumanik Semarang, Sabtu (3/2/2018).

"Betul dua orang ini telah kami amankan. Saat ini kami sedang proses pengurusan berkas untuk diserahkan ke Polsek Ngaliyan," ujar Kapolsek Banyumanik Kompol Retno Yuli.

//

L dan teman lelakinya akan langsung dibawa ke Polsek Ngaliyan siang ini.

Baca: Mulai Terkuak, Mantan PRT dan Kekasihnya Dicurigai Habisi Ibu Kos Cantik

Perempuan berambut panjang berperawakan sedang dan pria bertato pada beberapa bagian tubuhnya itu diamankan selama beberapa jam di Polsek Banyumanik untuk kemudian langsung dibawa menuju Polsek Ngaliyan.

//

Polsek Ngaliyan bergerak cepat untuk mengungkap dan menangkap pembunuh Metha Novita Handayani (38), ibu cantik beranak tiga.

Dua terduga pelaku pembunuhan Metha Novita berhasil ditangkap oleh anggota Polsek Banyumanik Semarang, Sabtu (3/2/2018)
Dua terduga pelaku pembunuhan Metha Novita berhasil ditangkap oleh anggota Polsek Banyumanik Semarang, Sabtu (3/2/2018) (ist)

Sebelumnya sepeda motor yang digunakan oleh terduga pelaku telah ditemukan.

Kabag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Suwarna membenarkan bahwa barang bukti motor sudah ditemukan dan disita.

"Saat ini memang kasus itu ditangani Polsek Ngaliyan, kami dari Polrestabes sifatnya membackup saja," terang Suwarna.

Sempat Tersebar di Medsos

Sebenarnya terduga pelaku pembunuh sempat tersebar di media sosial.

Namun polisi mengimbau kepada masyarakat untuk cerdas memposting di media sosial.

"Hal-hal semacam itu justru merepotkan penyelidikan karena belum terkonfirmasi apa benar dia pelakunya? Saya imbau masyarakat untuk lebih berhati-hati memposting hal semacam itu," tegasnya.

Baca: Pria Ini Nekat Bakar Alat Kelamin Pemerkosa Anak Gadisnya

Suwarna juga menyampaikan kepada pengguna media sosial untuk tidak mempercayai berita penangkapan tersangka jika sumbernya bukan dari kepolisian.

"Kalau memang masyarakat tahu informasi keberadaan pelaku ya langsung dikabarkan saja ke kepolisian, kalau kami konfirmasi benar dan memang membantu penyelidikan kami juga akan beri penghargaan," tambah Suwarna.

Ia mencontohkan dalam kasus penemuan mobil yang digunakan pengemudi Grab Deni Setiyawan oleh warga.

"Kemarin kepada ibu Indriyati Tri Rahayu mendapat apresiasi dari Kapolres karena informasi yang telah diberikan atas penemuan barang bukti mobil hasil kejahatan. Sehingga bisa mempercepat polisi dalam mengungkap kasus pembunuhan driver taxi online," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya misteri pembunuhan seorang ibu bernama Metha Novita Handhayani mulai terkuak.

Baca: Tata Janda Tommy Soeharto Kini Menjelma Menjadi Sosialita, Pacaran dengan Aktor Hollywood

Wanita cantik berusia 38 tahun tersebut, Kamis (1/3/2018) lalu ditemukan meninggal dengan luka tusukan di perut di rumahnya Jalan Bukit Delima B9 Nomor 17, Ngaliyan Semarang.

Ia diduga menjadi korban pembunuhan.

Hal itu karena tetangga Metha sempat melihat seorang pria yang berada di dalam rumah dan buru-buru kabur setelah tepergok warga.

Pria yang diduga pelaku saat itu sempat ditanyai saksi, namun buru-buru pergi dengan sepeda motornya dan tampak terburu-buru hingga sandalnya tertinggal di rumah Metha.

Kala itu, sandal memang menjadi satu-satunya petunjuk selain foto pelat nomor kendaraan terduga pelaku, dan keterangan beberapa saksi.

Namun, setelah sehari berselang polisi berhasil menemukan kendaraan yang digunakan terduga pelaku.

Baca: Heboh Kabar Pedangdut Duo Serigala Cupi Cupita Diciduk Karena Narkoba, Ini Penjelasan BNN

Seorang Ibu rumah tangga Metha Novita ditemukan tak bernyawa di kamar rumahnya Jalan Bukit Delima B9 17, Ngaliyan, Semarang, Kamis (1/3). Wanita berusia 38 tahun meninggal dengan luka tusukan di perut sebelah kiri.
Seorang Ibu rumah tangga Metha Novita ditemukan tak bernyawa di kamar rumahnya Jalan Bukit Delima B9 17, Ngaliyan, Semarang, Kamis (1/3). Wanita berusia 38 tahun meninggal dengan luka tusukan di perut sebelah kiri. (faceboker)

Kanit Reskrim Polsek Ngaliyan Muhammad Bahrin menjelaskan, motor yang ditemukan di daerah Tugu tersebut sudah sesuai dengan kendaraan yang sempat dipotret oleh saksi di TKP.

"Ya memang itu motor yang digunakan terduga pelaku, namun saat ini belum bisa menyimpulkan apakah dia itu ada kaitannya dengan mantan pembantu atau tidak, doakan saja cepat tertangkap dahulu," bebernya.

Bahrin enggan membeberkan dimana detail lokasi ditemukannya sepeda motor tersebut. Ia hanya menyebut bahwa kendaraan ditemukan oleh anggota polisi.

"Saat ini anggota saya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku, identitasnya sudah ada cuman terkait dengan eks pembantunya atau bukan nanti kalau sudah ditangkap baru bisa ketahuan," bebernya.

Baca: 7 Keuntungan Menikah Muda, Lebih Seru dan Asyik Lho!

Suasana di kediaman korban, Kamis (1/3/2018) pukul 11.00 WIB. Alamat TKP di Bukit Delima 9 No 17 RT 3 RW 8, Perumahan Permata Puri, Beringin, Ngaliyan, Semarang.

Pelaku pembunuhan Metha Novita Handayani ternyata tidak hanya melukai ibu 38 tahun tersebut.

Anak Metha Dipukuli

Putra bungsu Metha, Nako (4) ternyata juga beberapa kali dipukuli pelaku.

Hal itu dipaparkan oleh ibu Metha, Kustantoniyah (67). Wanita pensiunan dosen PGSD Unnes tersebut memang tampak masih berduka.

Bicaranya lirih, ia masih tampak syok mendapati kenyataan anak pertamanya sudah tiada.

"Nako itu awalnya trauma ya, nggak mau ngomong setelah kejadian, baru setelah kejadian dia mau cerita, kalau dia juga dijotos-jotosi katanya," ungkap Kustantoniyah.

Ia pribadi telah menyerahkan pengejaran pelaku kepada pihak kepolisian.

Ia berharap agar segera bisa ditangkap dan diganjar hukuman seadil-adilnya.

"Jadi saat itu ya memang Nako lagi sama ibunya di kamar, terus ada pelaku katanya langsung mencekik ibunya Nako itu teriak jerit-jerit," ungkap wanita 67 tahun tersebut.

Baca: Wisata ke Lokasi 8.000 Mumi, Ada Mayat Wanita Cantik Masih Terawat Dijuluki Sleeping Beauty

Terkait mantan pembantunya yang diduga terlibat ia juga tidak berbicara banyak.

Menurutnya mantan pembantu berinisial L itu juga memiliki kepribadian biasa.

"Hanya saja kemarin dipecat karena pacaran terus di depan rumah, di pos ronda, jadi nggak enak dilihat tetangga, apalagi kadang pakai celana pendek banget," bebernya.

Baca: Suporter Boleh Bawa Kokain dan Ganja ke Stadion saat Piala Dunia 2018

Menurutnya cara memecat juga halus, Metha saat itu beralasan ke Jakarta selama dua minggu.

"Alasannya ke Jakarta dua minggu, nanti kalau butuh L dipanggil lagi, gitu mecatnya," bebernya. (Tribun Jateng/Yasmine Aulia)

Follow instagram Bangka Pos:

 
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved