Belum Digarap Maksimal, DPRD Ingin Pantai Pasir Padi Jadi Ikon Pariwisata

Ketua Komisi II DPRD Kota Pangkalpinang, Michael Pratama pariwisata pangkalpinang sangat potensial.

Belum Digarap Maksimal, DPRD Ingin Pantai Pasir Padi Jadi Ikon Pariwisata
Bangka Pos/Edwardi
Michael Pratama, Ketua Komisi II DPRD Kota Pangkalpinang 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA –  Ketua Komisi II DPRD Kota Pangkalpinang, Michael Pratama mengatakan Kota Pangkalpinang sangat potensial dengan pariwisata, namun belum banyak digarap dengan maksimal.

“Sebagai ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kota Pangkalpinang memiliki kawasan wisata Pantai Pasir Padi dan potensinya cukup bagus sehingga kita ingin menggarap potensi itu, Kita melihat daerah kabupaten lainnya untuk bidang pariwisata sudah begitu maju, kita berharap ke depannya Pantai Pasir Padi bisa menjadi ikon di ibukota Provinsi Babel, khususnya Kota Pangkalpinang,” kata Michael Pratama usai rapat dengan Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang di ruang Komisi II DPRD Kota Pangkalpinang, Senin (5/3/2018).

Michael berharap ke depan Pantai Pasir Padi semakin banyak dikunjungi wisatawan dan masyarakat untuk berlibur. Memang saat ini disana sudah banyak dibangun fasilitas-fasilitas, seperti Pasir Padi Bay dan lainnya.

“Kita melihat fasilitas penunjang ini masih belum maksimal digarap, bilaun nanti masalah ini mengalami jalan buntu atau mentok maka akan dibawa pembicaraan ini ke tingkat provinsi untukpengembangan pariwsata ini,” imbuhnya.

Ditambahkannyam pihaknya tidak menginginkan adanya tempat yang kumuh di kawasan Pasir Padi, bukan berarti ingin menghambat warga yang ingin mencari nafkah, namun bagaimana agar kawasan ini bisa ditata lebih bagus lagi ke depannya.

“Kita berharap bidang pariwisata ini memiliki perda atau landasan hukum tersendiri untuk menuju kawasan wisata, sehingga kawasan wisata ini masuk ke dalam pemetaan wilayah kawasan wisata sehingga nantinya investor akan datang tertarik untuk membangun dengan adanya perda khusus itu,” harapnya.

Nantinya masyarakat yang memoliki tanah di kawasan itu bisa bekerjasama untuk membangun tempat wisata ini, namun tetap harus mengacu kepada perda pariwisata itu agar bisa berjalan sesuai dengan tracknya.

“Kita berharap bila nanti ada tamu atau pengunjung atau wisatawan yang datang ke Pangkalpinang dan menanyakan lokasi wisata, maka kita tidak merasa malu-malu lagi mengajaknya berwisata ke Pantai Pasir Padi, tapi saat ini rasanya kita masih ada rasa sedikit malu-malu,” tukasnya.

Menurutnya dengan adanya penataan ke depan yang lebih baik, para pengunjung bisa semakin banyak dan ramai ke Pantai Pasir Padi, jangan sampai terkesan saat ini bila ingin ke Pasir Padi ada kesan negative apalagi bila mengajak anak-anak dan keluarga kesana.

“Target kita secepatnya bisa dibuat perda kawasan pariwisata ini, kita tidak ingin kalah dengan kabupaten lain, seperti KabupatenBangka yang sector wisatanya sudah terkenal kemana-mana. Sebagai ibukota provinsi Kota Pangkalpinang juga harus segera menata kawasan wisata ini,” imbuhnya.

Penulis: edwardi
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved