Laba PT Timah 99 Persen Periode Desember 2017, 3 Negara ini jadi Pemicu Kenaikan

Analisa kinerja keuangan PT Timah Tbk yang berhasil mencapai peningkatan laba tahun berjalan sebesar 99 persen

Laba PT Timah 99 Persen Periode Desember 2017, 3 Negara ini jadi Pemicu Kenaikan
Bangka Pos/Idandi Meika Jovanka
Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk, Amin Haris Sugiarto¬†saat holding perusahaan. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, JAKARTA – Analisa kinerja keuangan PT Timah Tbk yang berhasil mencapai peningkatan laba tahun berjalan sebesar 99 persen dan peningkatan EBITDA sebesar 38 persen sampai periode 31 Desember 2017.

Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk, Amin Haris Sugiarto memaparkan pendapatan usaha sebesar Rp 9,2 triliun mengalami peningkatan sebesar Rp 2,2 triliun dari tahun 2016. Akibat adanya dorongan peningkatan permintaan logam timah dunia dan peningkatan harga jual rata-rata logam timah. Terhitung kenaikan pada tahun 2017 sebesar 3.2 persen, terutama Jepang, Eropa dan Amerika Serikat.

“Sampai 31 Desember 2017 volume penjualan logam timah Perseroan mengalami peningkatan sebesar 12% menjadi 29,914Mton dari tahun sebelumnya sebesar 26,677 Mton. Sementara itu kenaikan harga jual rata-rata Perseroan meningkat sebesar 11 persen menjadi $20,429/t dari tahun sebelumnya sebesar $18,408/t,” ungkap Amin Haris Sugiarto dalam rilisnya, Senin (5/3).

Beban pokok pendapatan mengalami peningkatan sebesar  31% dari tahun sebelumnya Rp 7.7 triliun. Peningkatan perolehan produksi biji timah yang signifikan menjadi salah satu penyebab utama peningkatan beban pokok pendapatan secara keseluruhan. Kontribusi terbesar yakni bahan baku biji timah sebesar 92 persen, gaji dan tunjangan 8 persen, dan bahan bakar 6 persen.

“Biaya bahan baku biji timah mengalami kenaikan sebesar 61 persen menjadi Rp 4,4 triliun dan bahan bakar mengalami kenaikan sebesar25 persen menjadi R 5p 27 miliar. Sementara itu peningkatan gaji dan tunjangan merupakan salah satu bentuk apresiasi Perseroan atas tercapainya peningkatan kinerja selama tahun 2017,” ujar Amin Haris Sugiarto

Perihal peningkatan EBITDA sebesar 38% menjadi Rp1,4 triliun dari Rp1,0 triliun pada tahun 2016. Peningkatan tersebut seiring membaiknya harga jual rata-rata logam timah akhir 2017, peningkatan kinerja operasi Perseroan serta efisiensi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Sampai dengan akhir Desember 2017 total belanja modal Perseroan sebesar Rp779 miliar. Dari total belanja modal tersebut, Perseroan telah mengalokasikan sebesar Rp293 miliar untuk mesin dan instalasi, Rp68 miliar untuk peralatan eksplorasi, penambangan dan produksi yang mana biaya tersebut digunakan untuk pembesaran kapasitas pada mesin dan instalasi. Sisanya digunakan untuk sarana pendukung produksi, rekondisi dan replacement serta untuk kebutuhan operasional lainnya.  

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved