BPN Bangka Tengah Berikan Sertifikat Tanah ke Masyarakat Koba

Kantor BPN Bangka Tengah melakukan pembagian sertifikat tanah kepada 430 penerima sertifikat tanah melalui program Prona

BPN Bangka Tengah Berikan Sertifikat Tanah ke Masyarakat Koba
Bangka Pos / Riki Pratama
Kepala Kantor BPN Bangka Tengah Mulana Arbani 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kantor BPN Bangka Tengah melakukan pembagian sertifikat tanah kepada 430  penerima sertifikat tanah melalui program Prona di Kecamatan Koba.

Program Prona yang telah berganti nama menjadi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk tahun 2017 ditargetkan sebanyak 8.500 sertifikat tanah yang akan diberikan kepada masyarakat yang berada di empat Kecamatan di Kabupaten Bangka Tengah yaitu Kecamatan Sungai Selan, Simpang Katis, Koba dan Namang.

Sementara untuk tahun 2018, pembagian sertifikat tanah dalam program PTSL akan diberikan kepada 6.600 sertifikat tanah kepada masyarakat yang berada di dua Kecamatan Lubuk dan Kecamatan Koba.

Kepala Kantor BPN Bangka Tengah Mulana Arbani mengatakan bahwa pada tahun ini, sebagian Kota Koba dan Kecamatan Lubuk akan kembali diberikan sertifikat tanah bagi masyarakat yang mengajukan pembuatan sertifikat.

"Untuk tahun 2017 targetnya sebanyak 8.500 sertifikat dibagikan, dan tahun 2018 sebanyak 6.600 sertifikat yang akan dibagikan di Kecamatan Lubuk dan Koba konsentrasinya di sebagian Kecamatan Koba, untuk tanah yang sengketa tidak kita sertifikatkan hanya kita ukur, ini khusus untuk sertifikat tanah rumah tinggal, kebun yang banyak di sertifikatkan,"jelas Kepala Kantor BPN dalam kegiatan pembagian sertifikat kepada penerimanya, dikantor Kecamatan Koba, Selasa (6/3/2018)

Ia menambahkan bahwa, untuk pembagian di setiap Desa di Kabupaten Bangka Tengah diberikan dengan rata rata 400 bidang perdesa, untuk mendapatkan sertifikat tanah.

"Untuk pembuatan dari BPN gratis, namun untuk biaya pembuatan patok seperti peraturan SKB tiga menteri untuk membuat patok pemasangan tanda batas, tetapi biaya itu bukan untuk BPN tetapi masyarakat maksimal Rp 350 ribu maksimalnya, Itu semuanya koordinator oleh pihak desa kita tidak ikut campur," lanjutnya

Ia menambahkan, bahwa mekanisme untuk mendapatkan sertifikat tanah dalam program PTSL yaitu dengan pemilik tanah mendaftarkan lewat desa atau kelurahan untuk membuat sertifikat tanah.

"Mereka mendaftarkan lewat desa ada pengukuhan untuk melengkapi syaratnya syaratnya kemudian kegiatan pengukuran pemeriksaan tanah dan kita terbitkan,"lanjutnya.(*)

Penulis: Riki Pratama
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved