Buwas: Sia-sia Saja BNN Jebloskan Bandar Narkoba ke Penjara

Saat dijebloskan ke penjara, para bandar narkoba justru dengan leluasa mengendalikan jaringan narkotika dari balik lapas.

Buwas: Sia-sia Saja BNN Jebloskan Bandar Narkoba ke Penjara
Kompas.com/Ridwan Aji Pitoko
Kepala BNN Budi Waseso selepas memberikan pemahaman soal bahaya narkoba di Sekolah Anak Jalanan, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (12/9/2017). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Komisaris Jenderal Budi Waseso sudah resmi tidak lagi menjabat sebagai kepala Badan Narkotika Nasional ( BNN). Pekan lalu, ia digantikan oleh Irjen Heru Winarko karena memasuki masa pensiun.

Saat menyampaikan keterangan pers bersama Heru setelah serah terima jabatan di Kantor BNN, Budi Waseso mengungkapkan bahwa kerja BNN sepertinya hanya kesia-siaan. Hal ini karena belum adanya perbaikan dari sistem pengawasan di lembaga pemasyarakatan.

"Kalau masih begini, nanti Pak Heru juga akan keteteran," ujar pria yang akrab disapa Buwas itu di Jakarta, Senin (5/3/2018).

Baca: Buwas Jengkel Ada Petugas Lapas Kongkalikong dengan Bandar Narkoba

Selama ini, kata Buwas, anggota BNN bersama instansi lainnya sudah bekerja keras menangkap para bandar narkoba.

Namun, saat dijebloskan ke penjara, para bandar narkoba tersebut justru dengan leluasa mengendalikan jaringan narkotika dari balik lapas.

"Ini sebenarnya pekerjaan sia-sianya BNN. Ini kenapa saat dimasukkan ke lapas, bekerja lagi. Jadi hanya berganti, tetapi kami tidak bisa menangkap di lapas karena bukan kewenangan kami," kata dia.

Buwas bahkan mengatakan, ada bandar narkoba yang sudah dua kali divonis hukuman mati, tetapi masih mengendalikan jaringan narkotika dari penjara. Hal itu terjadi karena eksekusi tidak dijalankan dan pengawasan di lapas masih minim.

Baca: Istri Tangkap Wanita Simpanan Suami, Si Pelakor Berlutut Namun Tak Digubris Malah Ditertawai Orang

Sejak awal, BNN sudah meminta agar pengawasan narapidana narkotika diperketat. Bahkan, Buwas juga mengusulkan agar lapas narkotika dijaga buaya.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved