Bahan Makanan Sumbang Deflasi Tertinggi di Perdesaan Babel

Penurunan indeks subkelompok bahan makanan menjadi faktor utama pendorong terjadinya deflasi di daerah perdesaan Provinsi Bangka Belitung

Bahan Makanan Sumbang Deflasi Tertinggi di Perdesaan Babel
Bangka Pos / Idandi Meika Jovanka
Kepala BPS Provinsi Bangka Belitung, Darwis Sitorus 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Penurunan indeks subkelompok bahan makanan menjadi faktor utama pendorong terjadinya deflasi di daerah perdesaan  Provinsi Bangka Belitung. Pada periode Febuari 2018 terjadi deflasi di daerah perdesaan sebesar 0,28 persen, Rabu (7/3).

Kepala BPS Provinsi Bangka Belitung, Darwis Sitorus dalam rilisnya mengungkapkan perubahan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) mencerminkan angka Inflasi/Deflasi di wilayah perdesaan.

Besarnya angka deflasi disebabkan oleh turunnya indeks pada kelompok konsumsi rumah tangga, yaitu subkelompok bahan makanan sebesar 0,87 persen.

Berbeda dengan indeks kelompok konsumsi rumah tangga lainnya justru mengalami peningkatan. Diantaranya, makanan jadi 0,05, perumahan 0,49, sandang 0,15, kesehatan 0,15.

Lalu, pendidikan, rekreasi, dan olah raga tetap 0,00 persen, serta transportasi dan komunikasi 0,03 persen.

“Dari tujuh subkelompok yang menjadi indikator IKRT, hanya bahan makanan mengalami penurunan yang menyebabkan terjadinya deflasi di perdesaan. Sementara, enam lainnya terjadi peningkatan,” papar Darwis Sitorus dalam rilisnya.(*)

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved