Teliti Penyebab Bau Tak Sedap, UPT DLHD Belitung Ambil Sampel Air Laut Tanjungpendam

Kepala UPT Laboratorium DLHD Belitung telah mengambil sample air laut di pesisir Pantai Tanjungpendam

Teliti Penyebab Bau Tak Sedap, UPT DLHD Belitung Ambil Sampel Air Laut Tanjungpendam
Istimewa
Pengambilan sampel air laut pesisir Tanjungpendam dan sekitarnya oleh UPT Laboratorium DLHD Belitung, Rabu (7/3/2018). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Kepala UPT Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup ‎Daerah (DLHD) Belitung Dedy Suprapto menyatakan, pihaknya telah mengambil sample air laut di pesisir Pantai Tanjungpendam dan sekitarnya. Selanjutnya sample tersebut akan diteliti sejauh kemampuan laboratorium DLHD Belitung.

"Paling tidak nantinya Belitung sudah memiliki data terkait ini," ujar Dedy kepada Pos Belitung, Rabu (7/3/2018).

Pengambilan sampel air laut pesisir Tanjungpendam dan sekitarnya oleh UPT Laboratorium DLHD Belitung, Rabu (7/3/2018)
Pengambilan sampel air laut pesisir Tanjungpendam dan sekitarnya oleh UPT Laboratorium DLHD Belitung, Rabu (7/3/2018) (Istimewa)

Dedy mengatakan, berdasarkan SOP, hasil laboratorium terhadap sampel air laut yang diambil baru akan diketahui setelah 14 hari. "Mudah-mudahan bisa cepat diketahui hasilnya," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, bau tak sedap tercium di sepanjang pesisir Pantai Tanjungpendam, arah Jalan Pattimura, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Selasa (6/3/2018). Bau tak sedap bahkan tercium sejak di Jalan Raya Pattimura, 100 meter dari sepadan pantai.

Pantauan posbelitung.co‎, bau tak sedap itu diduga berasal dari semacam zat yang terkandung di dalam air laut. Zat tersebut berwarna agak kehijau-hijauan‎ dan tampak tak menyatu dengan air serta tersebar di sepanjang pesisir di Jalan Pattimura.

Pengambilan sampel air laut pesisir Tanjungpendam dan sekitarnya oleh UPT Laboratorium DLHD Belitung, Rabu (7/3/2018)
Pengambilan sampel air laut pesisir Tanjungpendam dan sekitarnya oleh UPT Laboratorium DLHD Belitung, Rabu (7/3/2018) (Istimewa)

Di medsos kabar ini dihebohkan netizen. Ada yang menganggap bahwa laut tercemar.

Ada pula yang menyebut bau ini disebabkan oleh fenomena alam yang disebut Sarak atau sejenis alga yang mati akibat perubahan musim dan biasanya terdampar di sekitar pantai.‎ "Sarak" ini juga disebut beracun. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved