Kisah Mengerikan Wanita Korut, Diperkosa hingga Hamil, Dibunuh Usai Melahirkan

Pasalnya Kim Jong Un terus mempraktekkan hukuman mati dengan cara yang sangat kejam bagi warga Korut yang dianggap bersalah.

Kisah Mengerikan Wanita Korut, Diperkosa hingga Hamil, Dibunuh Usai Melahirkan
Instagram
Tentara wanita Korut. 

Ketika dieksekusi semua peluru meriam ditembakkan sehingga menghancurkan tubuh 11 orang terpidana mati itu. 

Setelah itu sebuah tank maju lalu menggilas tubuh 11 orang pemusik nahas yang hancur itu sampai rata dengan tanah. 

Selain menggunakan senjata antiserangan udara, Kim Jong Un juga menerapkan hukuman mati menggunakan mortir. 

Tujuannya adalah agar si terhukum hilang tanpa bekas setelah tubuhnya tepat dihajar ledakan mortir. 

Salah satu korban hukuman mati menggunakan mortir adalah wakil menteri tentara Korut yang kepergok melaksanakan pesta beberapa hari setelah Kim Jong Il (ayah Kim Jong Un) meninggal. 

Rezim Korut memang sengaja menerapkan hukuman mati melalui cara-cara paling mengerikan untuk menciptakan “atmosfir teror” di seantero Korut. 

Tujuannya jelas, bagi siapa aja warga Korut yang berani menentang rezim Kim Jong Un dipastikan akan mendapat hukuman mati yang mengerikan.

Demi “menampung” warga Korut yang dianggap melanggar hukum, Korut hingga saat ini masih memiliki kamp-kamp konsentrasi untuk menghukum warganya baik pria maupun wanita. 

Warga Korut atau orang asing yang dimasukkan ke kamp konsentrasi ala Nazi pada PD II dipastikan akan mati secara perlahan. 

Pasalnya semua tahanan diperlakukan secara kejam dan dibiarkan mati kelaparan 

Halaman
123
Editor: teddymalaka
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help