Home »

Video

Video Belasan Siswi Meronta Karena Kesurupan Bikin Ngeri, Begini Cara Mendeteksi Ada Jin

Belasan siswa-siswi berteriak histeris, meronta dan ada yang tubuhnya kejang. Aktivitas belajar-mengajar terpaksa dihentikan

BANGKAPOS.COM -- Belasan siswa-siswi berteriak histeris, meronta dan ada yang tubuhnya kejang. Aktivitas belajar-mengajar di SMPN 4 Pangkalpinang itu terpaksa dihentikan, pihak sekolah kewalahan mengatasi peristiwa kesurupan masal beruntun yang terjadi di sekolah yang tak jauh dari tempat pemakaman umum itu. Para siswa kemudian dipulangkan ke rumah mereka. 

Rabu (7/8/2018), untuk kesekian kalinya, peristiwa kesurupan kembali terjadi. Kali ini sekitar belasan orang yang mengalami kesurupan.

Hingga siang hari, para siswa terlihat belum sadarkan diri. Mereka berteriak histeris, meronta, sambil mengejangkan organ tubuh.

Aktivitas belajar-mengajar pun terpaksa dihentikan. Untuk mengantisipasi semakin banyak korban, pihak sekolah terpaksa memulangkan murid-muridnya lebih awal. Kejadian ini sudah berlansung selama empat pekan berturut-turut. Bahkan setiap hari selalu ada siswa kesurupan dengan jumlah yang bervariasi.

Kepala Sekola SMPN 4 Pangkalpinang, Arman mengatakan hari ini, jumlah siswa yang mengalami kesurupan mencapai belasan orang. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan Senin (5/3) lalu.

"Kalau hari Senin kemarin sampai dua puluhan lebih orang, kalau hari ini paling ada belasan pelajar yang mengalami kesurupan. Karena situasi belum kondusif jadi jam belajar mengajar kami perpendek," ujar Kepala Sekola SMPN 4 Pangkalpinang, Arman.

Menurut Arman peristiwa kesurupan yang menimpa anak didiknya telah berlangsung empat pekan berturut-turut. Selama empat pekan tersebut, jumlah siswa yang mengalami kesurupan bervariasi mulai dari empat orang, belasan hingga puluhan orang.Pperistiwa tersebut terjadi tiap hari secara berturut-turut.

"Ini sudah minggu ke empat, dan kejadiannya berturut-turut jadi tiap hari ada. Kadang, empat, sepuluh, belasan. Tapi memang yang paling parah dan banyak Senin kemarin," kata Arman.

Arman mengakui dirinya tak mampu berbuat banyak, menyikapi kerap terjadinya peristiwa kesurupan yang menimpa anak didiknya. Berbagai upaya telah dilakukan Arman dan tenaga pengajar lainnya mulai dari konsultasi dengan alim ulama, melakukan kegiatan keagamaan hingga menggelar zikir doa dan sholat berjamaah bersama. Dirinya berniat untuk menyampaikan hal tersebut kepada Sekda Kota Pangkalpinang Rahmida dan pihak Dinas Pendidikan. Ia berharap, ada solusi dari pemerintah dan dinas pendidikan, terkait kejadian kesurupan yang sampai saat ini belum teratasi.

"Tetap tabah dan harus dihadapi. Makanya rencannya hari ini saya mau menyampaikan hal ini kepada ibu Sekda dan pihak dinas pendidikan. Semoga ada solusi dan masukan dari mereka," bebernya. 

Halaman
123
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help